Medan-Mediadelegasi: Momen bersejarah terjadi di Istana Negara, Jakarta, ketika Presiden ke-2 RI, Soeharto, secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Suasana haru menyelimuti keluarga Soeharto yang hadir dalam upacara pemberian gelar tersebut.
Para putra-putri Soeharto tampak terharu dan bangga atas penghargaan yang diberikan kepada ayahanda mereka. Ahli waris Soeharto yang hadir sebagai perwakilan keluarga adalah Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (Tutut Soeharto), Bambang Trihatmodjo, dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).
Ketiganya hadir di Istana Negara untuk menyaksikan langsung pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam prosesi pemberian gelar, Bambang Trihatmodjo dan Tutut Soeharto berdiri di samping foto Soeharto untuk menerima secara simbolis plakat Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo Subianto.
Usai upacara, Titiek Soeharto dan anak sulungnya, Didit Hediprasetyo, menghampiri Bambang Trihatmodjo dan Tutut Soeharto. Mereka saling bersalaman dan berpelukan erat, menunjukkan kebahagiaan dan kebanggaan atas gelar Pahlawan Nasional yang diterima Soeharto.
Raut wajah terharu terpancar dari keluarga Soeharto, seolah beban sejarah yang selama ini dipikul telah terangkat dengan pengakuan negara atas jasa-jasa Soeharto.
Selain Soeharto, Presiden ke-4 RI, Abdurachman Wahid (Gus Dur), juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Tokoh buruh, Marsinah, serta Sarwo Edhie Wibowo, yang merupakan mertua dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, juga termasuk dalam daftar penerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini.
Berikut adalah daftar lengkap 10 tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional 2025:
- Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam)
- Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto (Bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik)
- Almarhumah Marsinah (Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan)
- Almarhum Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Bidang Perjuangan Hukum dan Politik)
- Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)
- Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Bidang Perjuangan Bersenjata)
- Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin (Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi)
- Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam)
- Almarhum Tuan Rondahaim Saragih (Bidang Perjuangan Bersenjata)
- Almarhum Zainal Abidin Syah (Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi).
Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto ini tentu akan menjadi perdebatan di masyarakat. Namun, pemerintah telah melalui proses seleksi yang ketat dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan untuk memberikan gelar tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












