Terowongan Silaturahmi, Bukti Nyata Toleransi di Jakarta: Hubungkan Masjid Istiqlal dan Katedral Saat Perayaan Natal

- Penulis

Kamis, 25 Desember 2025 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terowongan Silaturahmi Hubungkan Masjid Istiqlal dan Katedral Saat Perayaan Natal. (Foto:Ist)

Terowongan Silaturahmi Hubungkan Masjid Istiqlal dan Katedral Saat Perayaan Natal. (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Perayaan Natal 2025 di Gereja Katedral Jakarta melibatkan semua unsur, termasuk keterlibatan aktif Masjid Istiqlal sebagai ‘tetangga dekat’ yang senantiasa ikut menyediakan lokasi parkir bagi para jemaat yang hendak beribadah.

Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, menceritakan awal mula pihak Masjid Istiqlal dengan hati terbuka membantu kelancaran setiap pelaksanaan Natal. Susyana mengatakan, awalnya Gereja Katedral selalu kesulitan menampung kendaraan jemaat ketika melaksanakan perayaan hari raya.

“(Bantuan lokasi parkir) sudah berlangsung juga puluhan tahun, di mana setiap kali hari besar, kami kan harus mendirikan tenda untuk menambah kapasitas duduk sehingga kami tidak memiliki lahan parkir,” terang Susy kepada wartawan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).

Melihat hal tersebut, Imam Besar Masjid Istiqlal yang kini merupakan Menteri Agama RI, Nazaruddin Umar, mempersilakan para jemaat Gereja Katedral untuk memarkirkan kendaraan di *basement* parkir Masjid Istiqlal.

Hubungan baik yang terjalin antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral pun semakin erat ketika pada 2022, saat dibangun Terowongan Silaturahmi. Kehadiran terowongan tersebut semakin memudahkan umat keduanya ketika ingin beribadah tanpa harus menyeberangi jalan raya yang ramai dilalui kendaraan.

BACA JUGA:  Tak Benar Hendra Kurniawan Melarang Buka Peti Jenazah Yoshua

“Sampai akhirnya 2022 itu dibangun terowongan, selesai, kemudian bisa digunakan, itu menambah kembali, menambah apa, kemudahan. Jadi dengan dibangunnya parkiran *basement* dari Masjid Istiqlal yang bisa menampung 700 sampai 800,” ungkap Susy.

“Jadi umat bisa berparkir di sana kemudian bisa terhubung langsung mengarah kepada Terowongan Silaturahmi untuk mencapai Gereja Katedral. Jadi menghindari juga menyeberang jalan di sana, karena kita ketahui jalanan sekecil ini pun tapi intensitasnya cukup tinggi,” lanjutnya.

Terowongan Silaturahmi itu pun dinilai semakin mempererat hubungan kedua pengurus, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Keduanya kini memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga terowongan silaturahmi tersebut.

Susy juga menyampaikan, Nasaruddin Umar yang kala itu sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal bersama Kardinal Ignatius Suharyo sepakat sama-sama memberi pesan agar kehadiran terowongan ini tak sekadar hanya untuk dilalui para umat, melainkan harus memberi simbol toleransi.

BACA JUGA:  81 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Prabowo, Survei IPO

Sebabnya, di terowongan tersebut dihiasi dengan ornamen berupa ukiran tangan yang saling menggenggam.

“Pesan dari kedua tokoh kita, ya bahwa membuat instalasi seni itu harus memiliki pesan ada toleransi, cinta tanah air, dan juga saling menghargai tradisi satu sama lain. Maka akhirnya dilakukan sayembara terbatas, diikuti oleh tujuh pasang seniman, dan kemudian dimenangkan oleh Bapak Sunaryo dengan Aditya Novali,” tutur Susy.

Susy memastikan bahwa selama perayaan Natal 2025, terowongan tersebut akan dibuka bagi umat yang ingin beribadah.

“Nah ini pada kesempatan kali ini Natal, kita membuka terowongan untuk menghubungkan parkir sehingga umat bisa lebih mudah. Nah ini dari mulai tanggal 24 kemarin hingga hari ini 25,” pungkasnya.

Kisah toleransi ini menjadi contoh indah bagaimana perbedaan keyakinan dapat dirayakan dalam harmoni dan saling mendukung. Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral terus menjadi simbol kerukunan umat beragama di Indonesia.D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Berita Terbaru