Tiga Hujan Meteor Spektakuler Akan Muncul di Langit Indonesia

- Penulis

Selasa, 15 Juli 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AI, Tiga Hujan Meteor Spektakuler Akan Muncul di Langit Indonesia. (Foto : Ist.)

Ilustrasi AI, Tiga Hujan Meteor Spektakuler Akan Muncul di Langit Indonesia. (Foto : Ist.)

Medan-Mediadelegasi : Fenomena langit luar biasa akan dialami Indonesia dalam beberapa pekan ke depan. Tiga hujan meteor spektakuler bakal “menyulap” langit malam menjadi pertunjukan cahaya yang sulit dilupakan.

Puncaknya terjadi antara pertengahan Juli hingga awal Agustus 2025, saat bumi memasuki jalur serpihan komet dan asteroid yang menghasilkan jejak cahaya—atau yang dikenal sebagai meteor.

Posisi geografis Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa menjadikan negara ini sebagai “panggung utama” menyaksikan fenomena langit dari dua belahan bumi sekaligus—utara dan selatan.

Setidaknya ada tiga jenis hujan meteor yang menyala bergantian di angkasa. Setiap jenis memiliki karakteristik unik serta waktu puncak berbeda.

Alpha Capricornid adalah hujan meteor hasil jejak komet pendek 169/NEAT. Fenomena ini bisa terlihat dari seluruh penjuru langit Indonesia—baik di belahan utara maupun selatan.

Puncaknya akan terjadi pada malam 29 hingga 30 Juli 2025, namun meteor ini sudah bisa terlihat sejak 12 Juli 2025. Waktu ideal untuk menyaksikannya adalah mulai pukul 22.00 waktu setempat.

BACA JUGA:  Hardip Pedagang: Daya Beli Hewan Qurban Jauh Merosot

Berikutnya, Perseid, yang menjadi favorit para pengamat langit karena jumlah meteor yang deras dan cahaya yang terang. Meteor ini berasal dari Komet Swift-Tuttle dan radianya berada di dekat rasi bintang Perseus, Cassiopeia, dan Camelopardalis.

Kemunculan awal Perseid dijadwalkan pada 17 Juli 2025, dengan puncak aktivitasnya antara 12 dan 13 Agustus 2025, khususnya di wilayah utara Indonesia.

Terakhir adalah Southern Delta Aquariids yang berasal dari komet pendek 96P/Macholz. Titik radiasi meteor ini berasal dari rasi Aquarius dan paling mudah diamati di wilayah selatan Indonesia.

Meteor ini mulai aktif pada 18 Juli 2025 dan akan mencapai puncaknya pada 29–30 Juli 2025. Meski intensitasnya lebih redup (20–25 meteor per jam), kondisi langit mendukung karena Bulan dalam fase sabit dan akan terbenam sebelum aktivitas meteor mencapai titik tertinggi.

Untuk menyaksikan kilatan cahaya yang lebih halus ini, disarankan menggunakan teropong dan mengamati langit antara tengah malam hingga menjelang pagi.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Tanjung Balai DPO Narkoba Diminta Serahkan Diri

Agar tidak ketinggalan pertunjukan langit luar biasa ini, gunakan aplikasi pengamatan bintang, seperti Star Walk. Aplikasi ini akan membantu memetakan kapan dan di mana rasi bintang terkait akan muncul di wilayahmu.

Jadi, bersiaplah! Bawa alas, nikmati kopi, dan saksikan bagaimana langit Indonesia berubah menjadi panggung cahaya kosmik spektakuler!

Inilah momen langka bagi para pemburu langit dan penikmat astronomi untuk menatap malam penuh cahaya.

Kondisi langit mendukung karena Bulan dalam fase sabit muda dengan cahaya minim, membuat kondisi langit sangat mendukung untuk pengamatan.

Waktu terbaik menatapnya adalah antara tengah malam hingga fajar.

Meski fase Bulan cenderung terang saat puncaknya, meteor Perseid tetap dapat dinikmati karena jumlahnya yang melimpah—mencapai 50–75 meteor per jam jika langit cukup gelap. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA
Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada
Publik Pertanyakan Waktu Pelaksanaan FGD LLDIKTI Wilayah I
​Rupiah Melemah Tembus Rp18.037,00 per Dolar AS
Viral Komunitas Lari Masuk Stadion Teladan, Bobby Nasution:Ampun Sekali Lihatnya
Dittipidnarkoba Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba di Diskotek New Zone Medan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:24 WIB

Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:50 WIB

Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:27 WIB

Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:41 WIB

Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:07 WIB

Publik Pertanyakan Waktu Pelaksanaan FGD LLDIKTI Wilayah I

Berita Terbaru