Jakarta-Mediadelegasi: Tokoh pers nasional, Atmakusumah Astraatmadja Astraatmadja meninggal dunia dalam usia 86 tahun pada Kamis, 2 Januari 2025 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat pada pukul 13.05 WIB.
Menurut putra kedua Atmakusumah, Rama Ardana Astraatmadja, ayahnya sebelum tutup usia sempat beberapa lama dirawat di ICU RSCM karena gagal ginjal.
“Mohon doa bagi ayah, semoga amal dan perbuatan selama hidupnya dikenang dan bermanfaat bagi semua yang ditinggalkan,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dilansir dari laman Dewan Pers, Atmakusumah merupakan Ketua Dewan Pers Pertama setelah menjadi lembaga independen pada tahun 2000-2003.
Pria kelahiran Labuan, Banten tahun 1938 lalu mendapatkan penghargaan dari The Ramon Magsaysay Award Foundation di Manila pada 31 Agustus 2000 lalu karena ketekunannya didunia jurnalisme, sastra dan seni komunikasi kreatif.
Pria yang pernah menjadi Redaktur Kantor Berita Antara, Jakarta itu juga meraih Lifetime Achievement dalam Anugerah Dewan Pers pada tahun 2023 lalu dan pernah juga mendapat Penghargaan Kebebasan Pers tahun 2008 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
Selama 30 tahun terakhir Atmakusumah kerap diundang sebagai pembicara pada seminar dan lokakarya tentang jurnalisme serta kebebasan pers dan berekspresi di sekitar 40 kota besar dan kecil di Indonesia.
Selain itu, buku dan tulisan Atmakusumah Astraatmadja juga sudah banyak seperti buku Kebebasan Pers dan Arus Informasi di Indonesia (1981) dan tulisan-tulisannya tentang jurnalisme, media pers, dan kebebasan pers dimuat dalam 30 buku.
“Kita tidak boleh lelah dan harus tetap waspada menjaga kemerdekaan pers. Kemerdekaan pers adalah salah satu cermin dari kemerdekaan bangsa dan negara dalam arti sesungguhnya,” demikian salah satu pesan yang selalu disuarakan Atmakusumah manakala berdiskusi dengan kalangan wartawan beberapa waktu silam. D/Red












