Viral Kembali Serelah 8 Tahun-Kisah Susi Sianturi Dari Jualan Pisang Goreng Hingga Cum Laude S-2 di IPB

- Penulis

Minggu, 16 Maret 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto!Susi Sianturi tahun 2016

Foto!Susi Sianturi tahun 2016

Jakarta-Mediadegasi: Susi Sianturi ,wanita berdarah Batak ini viral kembali di media sosial karena cerita hidup dan perjuangan melanjutkan oendidikan nya, setelah lebih 8 tahun lalu sampai lulus dari S2 IPB tepatnya tahun 2016 silam. Kilas balik sebelum nya Susi Sianturi pernah mengungkapkan, dirinya begitu terharu dan gembira kala pembawa acara dalam upacara Wisuda Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menyebutkan nama dirinya dan juga orang tuanya.

Susi Sianturi yang merupakan Mahasiswa S2 IPB dalam acara wisauda itu berhasil lulus dengan predikat cum laude. Susi mengaku untuk mendapatkan predikat tersebut ia harus berjuang dan tidak mendapatkannya dengan mudah.
“Saat S-1, Saya juga mengambil mata kuliah jurusan Peternakan di IPB. Dan kemudian saya nyambung lagi ke S2 masih di IPB,” ucap Susi Sianturi dengan nada gembira pada, Rabu ( 23/03/2016 ).
Susi pun bercerita perjuangannya dalam mencapai cita-citanya tersebut. Saat kuliah S1, sembilan tahun yang lalu, Susi Sianturi harus melakukan hal yang tidak disangka sebelumnya. Ia harus berjualan pisang goreng lantaran kedua orang tuanya yang tinggal di Tapanuli Utara, Medan hanya mampu memberikan Susi uang bulanan sebesar Rp. 300.000,-

Susi Sianturi menceritakan kisahnya, saat memasuki semester satu dan dua Susi hanya berjualan pisang goreng dagangannya di lingkungan asrama putri usai Sholat Subuh. Kala itu ia berhasil mendapatkan uang sebesar Rp. 30.000,- per hari. kisah ini melalui kanal Facebook Lyli pada Selasa, 11 Februari 2025. Kisah inspiratif ini melihat perjuangan seorang Susi bagaimana kisahnya.Susi bukan berasal dari keluarga kaya. Orangtuanya di Tapanuli Utara hanya mampu mengirimkan uang bulanan sebesar Rp 300.000, jumlah yang tentu tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari di perantauan. Demi bertahan hidup, Susi pun berjualan pisang goreng di asrama putri setiap subuh saat kuliah S-1 di IPB.

BACA JUGA:  Kemenkes RI Lakukan Penguatan Sistem Layanan Kesehatan Jemaah Haji

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari jualan pisang goreng, saya bisa dapat Rp 30.000 per hari. Uang itu saya gunakan untuk makan dan keperluan kuliah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Susi juga mencoba berbagai usaha lain. Di semester III, ia bersama temannya membuka usaha kecil-kecilan dengan menjual perabotan yang dibutuhkan mahasiswa setiap hari Minggu.Memasuki semester IV, Susi mencari penghasilan tambahan dengan menjadi guru les untuk siswa SD dan SMP. Dari mengajar, ia bisa mendapatkan sekitar Rp 900.000 per bulan, jumlah yang lebih besar dibanding hasil jualannya.

Berjuang Mendapatkan Beasiswa:Memasuki semester VI, Susi menyadari bahwa biaya kuliah semakin berat. Ia pun berusaha mencari beasiswa untuk mahasiswa tidak mampu dan akhirnya berhasil mendapatkannya hingga lulus.

Dengan kegigihannya, Susi meraih gelar sarjana peternakan dengan IPK 3,32. Setelah lulus, ia bekerja di sebuah perusahaan peternakan besar sebagai marketing obat ternak selama tiga tahun. Namun, impian besarnya belum selesai.Melanjutkan S-2 dengan Beasiswa:

BACA JUGA:  6 Orang terjaring OTT KPK di Mandailing Natal Tiba di Gedung Merah Putih

Cita-cita Susi adalah menjadi dosen. Demi mewujudkannya, ia memutuskan melanjutkan S-2 di IPB, mengambil Jurusan Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) dengan beasiswa dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).Dengan beasiswa ini, saya bisa kuliah tanpa membebani orangtua. Saya ingin jadi dosen dan beasiswa ini memang program untuk pra-dosen,” ujarnya.

Setelah dua tahun kuliah, Susi berhasil meraih IPK 3,91 dan dinyatakan lulus cum laude.Menanti Impian Menjadi Dosen:

Kini, ibu dua anak ini tinggal menunggu penempatan untuk mengajar sebagai dosen. Ia juga berharap bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS), sesuai dengan keinginan orangtuanya.

“Saya ingin menjadi PNS seperti harapan orangtua saya. Semoga bisa segera terwujud,” katanya.

Inspirasi bagi Mahasiswa Lain: Perjalanan hidup Susi Sianturi membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Dengan ketekunan, kerja keras, dan keberanian untuk mencoba berbagai usaha, ia mampu mengubah hidupnya.

Kisah Susi bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain yang sedang berjuang menyelesaikan pendidikan sambil menghadapi tantangan hidup. Tidak ada yang mustahil jika kita memiliki tekad dan semangat pantang menyerah.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru