Petral Kembali Mencuat, Kejagung Dalami Keterlibatan

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melakukan pengusutan terhadap kasus dugaan korupsi dalam pengadaan minyak mentah dan produk jadi di kilang minyak yang dilakukan oleh Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Foto: Ist.

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melakukan pengusutan terhadap kasus dugaan korupsi dalam pengadaan minyak mentah dan produk jadi di kilang minyak yang dilakukan oleh Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melakukan pengusutan terhadap kasus dugaan korupsi dalam pengadaan minyak mentah dan produk jadi di kilang minyak yang dilakukan oleh Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Hingga saat ini, tim penyidik telah memeriksa sekitar 60 orang saksi terkait kasus tersebut.

“Tim penyidik sudah melakukan beberapa keterangan terhadap beberapa saksi, hampir 60 orang lebih,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, kepada wartawan pada Selasa (20/1/2026).

Kejagung Periksa Saksi Yang Pernah Bekerja di Petral

Anang mengungkapkan bahwa salah satu saksi yang telah diperiksa adalah mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, serta sejumlah orang yang pernah bekerja di Petral. Namun, ia tidak dapat memberikan rincian mengenai identitas para saksi tersebut.

“Tidak bisa saya sebutkan, yang jelas cukup banyak, tinggal kita tunggu nanti seperti apa tindak lanjutnya setelah hasil pemeriksaan dengan Pak Sudirman Said itu,” tuturnya.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/panen-raya-di-karo-wagub-janji-dukung-petani/

Selain memeriksa para saksi, penyidik juga masih berupaya untuk menghitung kerugian negara yang diakibatkan oleh dugaan korupsi dalam kasus ini. Dalam proses penghitungan kerugian negara, penyidik Kejagung berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

BACA JUGA:  Dugaan Korupsi Sosper DPRD Deliserdang, Inspektorat Enggan Buka Data

“Kita tidak tahu pasti, ini data-data ini sedang dilakukan penghitungan juga oleh tim BPKP, tapi berapa nilai kerugian tidak tahu pasti, nanti tunggu hasil audit. Tapi yang jelas cukup besar potensinya,” kata Anang.

Sebelumnya, Sudirman Said telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak Petral pada Senin (19/1/2026). Dalam pemeriksaan tersebut, Sudirman Said menceritakan mengenai berbagai hambatan yang ia hadapi dalam upaya memberantas mafia migas, baik saat bertugas di Pertamina maupun ketika menjabat sebagai Menteri ESDM.

“Jadi, saya diundang Kejaksaan, ini kehadiran kedua kali, untuk memberi keterangan mengenai apa-apa yang saya lakukan, saya alami, dan saya lihat untuk dua tugas yang saya pernah jalankan,” ujar Sudirman Said kepada wartawan pada Senin (19/1/2026).

BACA JUGA:  Banjir Bandang Pidie Jaya Lumpuhkan Dunia Pendidikan, Sekolah Tertimbun Lumpur 3 Meter

Sudirman Said mengungkapkan bahwa saat bertugas di Pertamina, ia mendapatkan tugas untuk mengurus rantai pasok minyak dengan tujuan memberantas mafia migas. Namun, ia mengaku menghadapi dua hambatan besar dalam menjalankan tugas tersebut.

“Karena pada waktu USC unitnya sedang berjalan, kemudian terjadi pergantian direksi Pertamina, dan unit itu dilumpuhkan. Akibat unit itu dilumpuhkan, maka terjadilah praktik-praktik seperti yang kalian (awak media) saksikan sekarang,” kata Sudirman Said.

Ia menilai bahwa kasus dugaan korupsi di Petral ini mencuat akibat praktik-praktik mafia migas yang belum sempat ia tuntaskan.

“Ketika saya menjadi Menteri ESDM juga meneruskan apa yang tidak selesai pada waktu di Pertamina. Belum lama saya menata-nata, kebetulan saya lulus dipercepat kan, jadi berhenti sebagai menteri dalam waktu kurang dari dua tahun dan perkara yang muncul sekarang juga akibat praktik yang dulu pernah mau dibereskan tidak tuntas,” ucap Sudirman. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Satu tanggapan untuk “Petral Kembali Mencuat, Kejagung Dalami Keterlibatan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Ditetapkan Tersangka Pemerasan dan TPPU
Komisi XIII DPR Panggil Ombudsman dan Pengelola Lapas Cibinong soal Dugaan Klaster Mewah
Jaksa Agung Rotasi 16 Pejabat Kejagung, Kajari Jakpus Jaksel Jakut Berganti
Tom Lembong Hadiri Sidang Nadiem: Hakim dan Jaksa Tertekan, Sistem Peradilan Belum Kondusif
KPK Geledah Kanwil BPN Jawa Timur, Temukan Uang di BPN Mojokerto, 8 Tersangka Suap HGB Bogor
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 9 Tahun Penjara di Tingkat Banding Kasus Chromebook
Kanwil Ditjenpas Jawa Barat Dalami Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Roy Suryo Ajukan Eksepsi, Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi Dinilai Cacat Hukum
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 16:01 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Ditetapkan Tersangka Pemerasan dan TPPU

Jumat, 25 September 2026 - 14:50 WIB

Komisi XIII DPR Panggil Ombudsman dan Pengelola Lapas Cibinong soal Dugaan Klaster Mewah

Kamis, 24 September 2026 - 17:26 WIB

Tom Lembong Hadiri Sidang Nadiem: Hakim dan Jaksa Tertekan, Sistem Peradilan Belum Kondusif

Kamis, 24 September 2026 - 16:58 WIB

KPK Geledah Kanwil BPN Jawa Timur, Temukan Uang di BPN Mojokerto, 8 Tersangka Suap HGB Bogor

Kamis, 24 September 2026 - 13:48 WIB

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 9 Tahun Penjara di Tingkat Banding Kasus Chromebook

Berita Terbaru