Medan, mediadelegasi.id – Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan tengah mematangkan rencana pembangunan Nommensen International Hospital, sebuah rumah sakit pendidikan bertaraf internasional yang akan dibangun di area belakang Kampus UHN Medan.
Proyek strategis tersebut diperkirakan membutuhkan investasi hampir Rp1 triliun dan diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan modern sekaligus penunjang pendidikan kedokteran di Sumatera Utara.
Seperti informasi yang dikutip dari idntimes-sumut, pada Sabtu (20/02026) rencana pembangunan rumah sakit tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dukungan itu diperoleh setelah jajaran pengurus Yayasan Universitas HKBP Nommensen menggelar pertemuan dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Kesehatan di Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).
Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, mengatakan pihaknya telah mengajukan izin operasional pendirian rumah sakit dan mendapatkan respons positif dari pemerintah.
“Puji Tuhan, kami sudah mengajukan izin operasional untuk pendirian Nommensen International Hospital. Dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan, kami mendapatkan dukungan yang sangat baik. Baik Menteri maupun Wakil Menteri Kesehatan menyambut positif rencana pembangunan ini,” ujar Effendi saat melakukan inspeksi ke lingkungan Kampus UHN Medan, pada Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, rumah sakit tersebut dirancang sebagai rumah sakit tipe A dengan kapasitas antara 250 hingga 400 tempat tidur. Bangunannya juga direncanakan menjulang hingga 17 lantai dan dilengkapi berbagai fasilitas kesehatan modern.
Effendi menegaskan, pembangunan rumah sakit ini bukan semata-mata proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan penting bagi pengembangan Fakultas Kedokteran UHN. Selama ini mahasiswa program profesi dokter masih menjalani pendidikan klinik di sejumlah rumah sakit mitra.
“Rumah sakit ini merupakan kebutuhan yang sangat penting. Saat ini mahasiswa Fakultas Kedokteran masih memanfaatkan rumah sakit mitra untuk pendidikan profesi. Dengan memiliki rumah sakit sendiri, proses pendidikan akan lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengembangan institusi,” katanya.
Saat ini, yayasan masih fokus menyelesaikan berbagai tahapan administratif dan perizinan. Beberapa proses yang tengah berjalan antara lain penyusunan Detail Engineering Design (DED), pengurusan Online Single Submission (OSS), hingga penyelesaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Setelah seluruh dokumen dan perizinan rampung, yayasan berharap pembangunan fisik dapat segera dimulai melalui proses peletakan batu pertama atau groundbreaking.
Untuk merealisasikan proyek besar tersebut, Yayasan UHN tidak hanya mengandalkan sumber daya internal. Berbagai opsi pembiayaan dan kemitraan juga tengah dikaji, termasuk skema kerja sama operasi (KSO) dengan pihak ketiga, baik dalam penyediaan peralatan medis maupun pengelolaan rumah sakit.
Effendi menegaskan seluruh proses perencanaan dilakukan secara cermat dan terukur agar pembangunan berjalan efektif serta sesuai kebutuhan jangka panjang.
“Kami terus melakukan kajian secara mendalam, baik dari aspek pembangunan maupun manajemen operasionalnya. Harapannya, rumah sakit ini benar-benar mampu memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan, pelayanan kesehatan, dan masyarakat luas,” ujarnya.
Apabila terealisasi sesuai rencana, Nommensen International Hospital tidak hanya menjadi rumah sakit pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UHN, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu pusat layanan kesehatan unggulan di Sumatera Utara dengan standar internasional.(D-Red)







