Zulhas Klaim Indonesia Swasembada Beras, Harga Dunia Anjlok

- Penulis

Selasa, 16 Desember 2025 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Foto:Ist)

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Foto:Ist)

Jakarta-Media Delegasi : Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa kebijakan Indonesia untuk menghentikan impor beras telah memberikan dampak signifikan terhadap harga beras global. Pernyataan ini disampaikan Zulhas di Jakarta, Selasa.

Menurut Zulhas, Indonesia dulunya merupakan salah satu importir beras terbesar di dunia. Namun, berkat upaya peningkatan produksi nasional yang signifikan, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dan tidak lagi bergantung pada impor.

“Ternyata kita ini pembeli beras terbesar di dunia,” ujar Zulhas. “Dulu waktu saya Menteri Perdagangan, itu beras 650 dolar AS per tonnya, sekarang karena kita tidak belanja beras, itu di bawah 400 dolar AS. Jadi pengaruh ke harga dunia, luar biasa.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, Indonesia masih melakukan impor beras sebesar 4,5 juta ton. Namun, pada tahun 2025, Indonesia berhasil mencetak surplus produksi beras sebesar 4,7 juta ton. Saat ini, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog telah mencapai 3,7 juta ton.

BACA JUGA:  Pemerintah Buka Beasiswa Unggulan 2025 untuk Jenjang S1, S2, dan S3

Berdasarkan data dari Kemenko Pangan, produksi beras Indonesia pada periode Januari-Desember 2025 mencapai 34,77 juta ton, meningkat 13,54 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Selain beras, produksi jagung Indonesia juga mengalami peningkatan, mencapai 16,55 juta ton atau naik 9,34 persen dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Zulhas menjelaskan bahwa peningkatan produksi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pemangkasan regulasi, terutama terkait dengan pengadaan pupuk bersubsidi.

Sebagai contoh, sebelumnya terdapat sekitar 148 aturan terkait dengan pengadaan pupuk. Namun, regulasi tersebut berhasil dipangkas menjadi hanya 33 aturan. Hal ini memudahkan petani untuk mendapatkan pupuk sesuai dengan jadwal waktu tanam.

BACA JUGA:  Kemenkop Buka Loker Asisten Bisnis, Segera Lamar!

“Jadi pupuk sampai sebelum tanam. Sebelum tanam, pupuk sudah diterima. Itu pengaruhnya luar biasa, pengaruh terhadap produksi beras itu luar biasa,” kata Zulhas.

Zulhas juga menyampaikan bahwa pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, pemerintah akan mengumumkan secara resmi bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras.

“Satu tahun ini kita sudah swasembada, nanti Mentan (Menteri Pertanian) akan umumkan bahwa Indonesia berhasil swasembada beras,” imbuhnya.

Keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang ingin meningkatkan ketahanan pangan mereka.D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru