1,9 Juta Keluarga Mampu Terima Bansos, Pemerintah Hapus dari Daftar Penerima

- Penulis

Selasa, 3 Juni 2025 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Foto : Ist.)

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan bahwa masih ada keluarga mampu yang menerima bantuan sosial (bansos) setelah melakukan verifikasi ulang bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKM). Hasil verifikasi menunjukkan bahwa terdapat 1,9 juta data yang termasuk dalam kategori inclusion atau exclusion errors.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa inclusion errors adalah mereka yang semestinya tidak dapat bantuan tetapi selama ini mendapat bantuan, sedangkan exclusion errors adalah mereka yang mestinya dapat bantuan tetapi tidak mendapatkannya. “Dari hasil ground-checking ada 1,9 juta lebih data yang disebut inclusion errors, mereka semestinya tidak dapat (bantuan), tapi selama ini dapat bantuan,” ucap Gus Ipul.

BACA JUGA:  Subsidi Motor Listrik Belum Jelas, Industri Terombang-Ambing

Atas temuan ini, keluarga mampu tersebut dihapuskan dari data sistem agar tidak menerima bansos program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada triwulan kedua tahun ini. Dari 1,9 juta keluarga penerima bansos, 616.367 di antaranya adalah penerima PKH, sedangkan 1.286.066 KPM lainnya adalah penerima BPNT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gus Ipul memastikan bahwa proses verifikasi ini akan membuat penyaluran bansos lebih tepat sasaran. Dengan demikian, diharapkan dapat menghemat anggaran bansos hingga Rp14,4-17,9 triliun. “Program Keluarga Harapan dan Sembako ditengarai ada 45 persen yang tidak tepat sasaran,” kata Gus Ipul.

Presiden memerintahkan kepada Kemensos dan BPS untuk melakukan konsolidasi data dan memastikan bahwa bansos disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan proses verifikasi yang lebih ketat, diharapkan bansos dapat disalurkan secara lebih efektif dan efisien.

BACA JUGA:  Kejari Humbahas Sudah Terima SPDP Perkara Suami Bunuh Istri

Penghapusan 1,9 juta keluarga penerima bansos dari daftar penerima diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyaluran bansos dan mengurangi kesalahan data. Dengan demikian, bansos dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru