Hashim: Menteri Prabowo Bakal Dievaluasi, Ini Jadwalnya

- Penulis

Kamis, 24 Oktober 2024 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto bakal mengevaluasi para menteri dan wakil menteri (wamen) yang menjabat saat ini dalam beberapa waktu ke depan. Artinya, para pejabat yang sudah dilantik harus perform agar tetap bisa mempertahankan jabatannya.

“Setelah Maret-April (2025) tiap Menteri dan Wamen akan dievaluasi, kalau 6 bulan pertama kurang efisien, korup, kurang bersemangat, lelah, kurang tenaga, bisa ngerti akan dievaluasi, dia (Prabowo) orangnya tegas, banyak yang tahu,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo di Menara Kadin, Rabu (23/10/2024).

Para Menteri dan Wamen yang menjabat memiliki tanggung jawab untuk menuntaskan visi misi Presiden Prabowo dalam berbagai programnya, misal penciptaan 3 juta unit rumah per tahun dan program makan siang gratis.

BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Besok, 9 Mei 2025: Aquarius, Gemini, Pisces, Libra, Leo

“Menurut data Pak Prabowo ada 41% anak sekolah masuk sekolah lapar dengan perut kosong, Prabowo mengatakan di DPR mau hapus kelaparan. Program Prabowo Gibran pengentasan kemiskinan dan Budiman Sudjatmiko diangkat Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan. Ini jadi koordinator 48 Kementerian, agak gemuk memang. Kabinet yang lebar gemoy kalau bisa output luar biasa,” kata Hashim.

Pertanyaan mengenai pembentukan kabinet gemuk ini pun mengemuka dari masyarakat karena bakal membutuhkan lebih banyak anggaran.

“Masyarakat tanya menteri perempuan kok sedikit, saya sampaikan yang kedua kok bisa gemuk? Takutnya high cost little output,” ujar Hashim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara
​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:14 WIB

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Berita Terbaru