Medan-Mediadelegasi : Kapolres Belawan AKBP Oloan Siahaan dinonaktifkan sementara dari jabatannya setelah terlibat dalam insiden penembakan yang menyebabkan seorang remaja tewas dalam aksi tawuran di Tol Belmera, Medan. Insiden ini terjadi pada Minggu (4/5/2025) dan menimbulkan kehebohan di masyarakat.
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan mengatakan bahwa penonaktifan ini dilakukan untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan tanpa gangguan. “Kami ingin proses pemeriksaan berjalan dengan transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Posisi Kapolres Belawan sementara diisi oleh AKBP Wahyudi untuk menjaga pelayanan Polri di wilayah Belawan. “Kami menempatkan satu perwira di sana untuk menjabat sebagai Kapolres dalam perangkat pelayanan Polri di wilayah Belawan,” kata Whisnu.
Polda Sumatera Utara juga menggandeng Kompolnas untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam proses penyelidikan. “Kami ingin proses penyelidikan berjalan dengan profesional dan tidak ada kesan bahwa kami menutupi sesuatu,” tambah Whisnu.
Insiden penembakan terjadi saat AKBP Oloan Siahaan turun langsung menangani laporan tawuran di Tol Belmera. Saat itu, Oloan memimpin apel siaga di Posko Berkawan hingga pukul 02.00 WIB, lalu melakukan patroli lanjutan ke wilayah lain.
Saat melintasi Tol Belmera, mobil dinas Oloan dihadang oleh sekelompok pelaku tawuran. Oloan sempat melepaskan tiga kali tembakan peringatan, namun massa tetap menyerang dengan mercon dan batu.
Dalam situasi yang gelap dan mencekam, Oloan disebut melepaskan tiga tembakan yang diarahkan ke bagian kaki. Namun, kondisi di lokasi kurang terang sehingga salah satu remaja terkena peluru di bagian perut.
Muhammad Syuhada (15) adalah remaja yang tewas akibat luka tembak di perut. Keluarga korban merasa kecewa dan tidak percaya bahwa kejadian ini bisa terjadi. “Harusnya dia jaga adiknya, bukan malah menjadi korban,” kata keluarga korban.
Polda Sumatera Utara berjanji akan melakukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan terkait insiden ini. “Kami akan memastikan bahwa proses penyelidikan berjalan dengan profesional dan tidak ada kesan bahwa kami menutupi sesuatu,” kata Whisnu.
Dengan penonaktifan AKBP Oloan Siahaan, diharapkan proses pemeriksaan dapat berjalan dengan lebih transparan dan akuntabel. Polda Sumatera Utara berjanji akan memberikan informasi terbaru terkait perkembangan penyelidikan insiden ini. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






