Prabowo Teken Perpres untuk Perlindungan Jaksa Beserta Keluarganya

Kamis, 22 Mei 2025 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Petugas pengamanan dalam (Pamdal) dibantu beberapa personel TNI, melaksanakan penjagaan di kantor Kejaksaan Agung RI. Foto: ist

Ilustrasi - Petugas pengamanan dalam (Pamdal) dibantu beberapa personel TNI, melaksanakan penjagaan di kantor Kejaksaan Agung RI. Foto: ist

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2025 tentang Pelindungan Negara terhadap Jaksa Dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Kejaksaan Republik Indonesia.

Perpres itu  terdiri atas 6 bab dan 13 pasal, ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu (21/5), kemudian diundangkan pada hari yang sama oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Berdasarkan Perpres tersebut, jaksa beserta keluarganya berhak mendapatkan perlindungan negara yang nantinya diberikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Pasal 4 Perpres No. 66/2025 mengatur pelindungan negara untuk jaksa dan Kejaksaan diberikan oleh Polri dan TNI.

Kemudian, Pasal 5 dan Pasal 6 merinci pelindungan negara yang diberikan khusus oleh Polri kepada jaksa.

Pasal 5, yang terdiri atas tiga ayat, lengkapnya berbunyi sebagai berikut:
1. Pelindungan negara yang dilakukan oleh Polri diberikan kepada jaksa dan/atau anggota keluarga.

BACA JUGA:  KPK Gelar 11 OTT Sepanjang 2025, Sasar Sektor Vital dan Pulihkan Aset Negara Triliunan Rupiah

2. Anggota keluarga sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) merupakan orang yang mempunyai hubungan darah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah, dan garis menyamping sampai derajat ketiga, orang yang mempunyai hubungan perkawinan, atau orang yang menjadi tanggungan dari jaksa.

3. Dalam memberikan pelindungan negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Polri dapat berkoordinasi dengan instansi lain.

Kemudian, Pasal 11 Perpres No. 66/2025 mengatur soal sumber dana dalam pelindungan negara baik yang diberikan oleh Polri maupun TNI kepada Kejaksaan dan jaksa.

Biaya-biaya yang muncul itu dibebankan seluruhnya kepada anggaran Kejaksaan dalam APBN.

Namun, untuk pelindungan yang diberikan Polri, anggarannya juga bisa diperoleh dari sumber pendanaan lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA:  Polresta Deli Serdang Kerahkan Personel Jaga SPBU

Terlepas dari itu, pelindungan negara yang berhak diterima oleh jaksa itu hanya akan diberikan manakala ada permintaan dari Kejaksaan.

Di samping soal pelindungan, Perpres No. 66/2025 juga mengatur ketentuan lain, terutama terkait kerja sama Kejaksaan dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Dalam Pasal 12 Perpres No. 66/2025 disebutkan sebagai berikut:
1. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi, Kejaksaan dapat melakukan kerja sama dengan BIN dan BAIS

2. Kerja sama dilakukan dalam bentuk paling sedikit pendidikan dan pelatihan, dan/atau pertukaran data dan informasi.

3. Ketentuan lebih lanjut mengenai kerja sama ditetapkan bersama oleh Jaksa Agung dan Kepala BIN/Panglima TNI sesuai dengan kewenangannya. D|Red

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Lengkap Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo
DPR RI Resmi Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit
Sidang Kuota Haji: JPU Tampilkan 9.599 Lembar Uang 100 Dolar AS, Zainal Konfirmasi Kaitan dengan Gus Alex
DPR Sahkan APBN 2027 Senilai Rp4.106 Triliun, Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Prabowo Sambangi Megawati, Sampaikan Belasungkawa Guruh Soekarnoputri dan Perkuat Silaturahmi Kebangsaan
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Lakukan Triple Intervention Jaga Stabilitas
Rupiah Tertekan Dolar AS, BI Siapkan Strategi Penjagaan Stabilitas Nilai Tukar
Wamenhaj Dahnil Anzar Bantah Isu Anaknya Terlibat Bullying di Sekolah ICM Tangsel, Sebut Hoaks
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Profil Lengkap Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:14 WIB

DPR RI Resmi Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit

Selasa, 29 September 2026 - 14:39 WIB

DPR Sahkan APBN 2027 Senilai Rp4.106 Triliun, Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Selasa, 29 September 2026 - 14:28 WIB

Prabowo Sambangi Megawati, Sampaikan Belasungkawa Guruh Soekarnoputri dan Perkuat Silaturahmi Kebangsaan

Selasa, 29 September 2026 - 13:16 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Lakukan Triple Intervention Jaga Stabilitas

Berita Terbaru