Asta Cita Prabowo Jadi Landasan Ekonomi Hijau Indonesia

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto:Ist)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan utama dalam memperkuat

ekonomi hijau Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam sambutan pembukaan Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 yang digelar untuk kedua kalinya.

Agus memaparkan bahwa data terbaru menunjukkan performa sektor manufaktur Indonesia yang menggembirakan. Pada triwulan kedua 2025, kontribusi industri pengolahan terhadap

Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 16,92 persen, naik dari 16,72 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan sektor manufaktur juga melampaui ekonomi nasional dengan capaian 5,6 persen year-on-year (YoY), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen. Dari sisi ekspor

nilai ekspor industri manufaktur semester pertama 2025 mencapai US$107,6 miliar atau 83 persen dari total ekspor nasional.

BACA JUGA:  Irjen Pol Rudi Darmoko: Kandidat Kapolri dengan Rekam Jejak Mentereng

Meski mencatat berbagai capaian positif, Agus mengakui industri manufaktur menghadapi tantangan berat dari aspek geopolitik dan geoekonomi. Tantangan tersebut meliputi tuntutan global untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, transisi menuju energi bersih, dan menjaga daya saing produk di era ekonomi hijau.

Agus mengidentifikasi empat faktor utama yang mempengaruhi transformasi menuju industri hijau, yaitu market driven, pertumbuhan pembiayaan hijau, dorongan kebijakan pemerintah, dan

mekanisme perdagangan global. Ia mengajak seluruh pihak untuk mengubah paradigma lama yang membenturkan kepentingan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan.

Dalam pandangan Agus, transformasi menuju industri hijau adalah perjalanan panjang yang membutuhkan visi, inovasi, dan kolaborasi. Agenda dekarbonisasi mulai dari efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga inovasi teknologi seperti Carbon Capture and Utilization (CCU) serta penerapan prinsip ekonomi sirkular dilihat sebagai peluang strategis.

BACA JUGA:  "Menuju Sekolah Unggul Terintegrasi Kemendikdasmen Rancang Pendidikan Internasional yang Terjangkau"

AIGIS dan GISCO merupakan jawaban dan solusi dimana industri hijau bisa menciptakan nilai tambah dan daya saing yang pada akhirnya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Agus berharap bahwa dengan adanya AIGIS, industri hijau dapat menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan demikian, Agus menekankan bahwa melakukan transformasi menuju industri hijau tidak boleh dianggap sebagai biaya melainkan sebuah investasi untuk masa depan yang lebih baik. Ia berharap bahwa seluruh pihak dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut dan menciptakan industri hijau yang berkelanjutan di Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara
​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:14 WIB

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Berita Terbaru