Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan utama dalam memperkuat
ekonomi hijau Indonesia.
Hal ini disampaikan dalam sambutan pembukaan Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 yang digelar untuk kedua kalinya.
Agus memaparkan bahwa data terbaru menunjukkan performa sektor manufaktur Indonesia yang menggembirakan. Pada triwulan kedua 2025, kontribusi industri pengolahan terhadap
Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 16,92 persen, naik dari 16,72 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan sektor manufaktur juga melampaui ekonomi nasional dengan capaian 5,6 persen year-on-year (YoY), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen. Dari sisi ekspor
nilai ekspor industri manufaktur semester pertama 2025 mencapai US$107,6 miliar atau 83 persen dari total ekspor nasional.
Meski mencatat berbagai capaian positif, Agus mengakui industri manufaktur menghadapi tantangan berat dari aspek geopolitik dan geoekonomi. Tantangan tersebut meliputi tuntutan global untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, transisi menuju energi bersih, dan menjaga daya saing produk di era ekonomi hijau.
Agus mengidentifikasi empat faktor utama yang mempengaruhi transformasi menuju industri hijau, yaitu market driven, pertumbuhan pembiayaan hijau, dorongan kebijakan pemerintah, dan
mekanisme perdagangan global. Ia mengajak seluruh pihak untuk mengubah paradigma lama yang membenturkan kepentingan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan.
Dalam pandangan Agus, transformasi menuju industri hijau adalah perjalanan panjang yang membutuhkan visi, inovasi, dan kolaborasi. Agenda dekarbonisasi mulai dari efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga inovasi teknologi seperti Carbon Capture and Utilization (CCU) serta penerapan prinsip ekonomi sirkular dilihat sebagai peluang strategis.
AIGIS dan GISCO merupakan jawaban dan solusi dimana industri hijau bisa menciptakan nilai tambah dan daya saing yang pada akhirnya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Agus berharap bahwa dengan adanya AIGIS, industri hijau dapat menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dengan demikian, Agus menekankan bahwa melakukan transformasi menuju industri hijau tidak boleh dianggap sebagai biaya melainkan sebuah investasi untuk masa depan yang lebih baik. Ia berharap bahwa seluruh pihak dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut dan menciptakan industri hijau yang berkelanjutan di Indonesia. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






