Bentrok Antarwarga di Luwu Lumpuhkan Trans Sulawesi, Rumah Dibakar dan Suasana Mencekam

Jumat, 24 April 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bentrok warga trjadi di wilayah Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Jumat (24/4/2026), hingga jalan trans Sulawesi lumpuh. Foto: Ist.

Bentrok warga trjadi di wilayah Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Jumat (24/4/2026), hingga jalan trans Sulawesi lumpuh. Foto: Ist.

Luwu-Mediadelegasi: Keamanan di wilayah Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kembali goyah menyusul pecahnya bentrok massal antarwarga yang terjadi pada Jumat (24/4/2026) dini hari. Insiden yang bermula sekitar pukul 01.00 Wita ini berlangsung cukup lama hingga menjelang pagi hari, memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat setempat.

Suasana di lokasi peristiwa bentrok antarwarga  dilaporkan sangat mencekam. Selain aksi saling serang antara dua kelompok yang bertikai, suasana semakin tegang dengan terdengarnya suara letusan berkali-kali yang diduga kuat berasal dari senjata rakitan jenis Papporo. Penggunaan senjata jenis ini menambah tingkat bahaya dan kekerasan dalam konflik tersebut.

Tidak hanya mengandalkan senjata api rakitan, bentrokan ini juga melibatkan persenjataan tradisional dan tajam lainnya. Dilaporkan bahwa kedua belah pihak juga menggunakan busur panah, serta senjata tajam mematikan seperti parang dan badik, menjadikan konfrontasi fisik berlangsung sangat brutal.

Akibat pertikaian tersebut, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum merilis data resmi mengenai jumlah pasti korban maupun detail kondisi kesehatan mereka yang menjadi korban kekerasan tersebut.

BACA JUGA:  Regenerasi Korupsi di Langkat: Syah Afandin Ikuti Jejak Pendahulu, KPK Sebut Masalah Kesadaran Pribadi

Selain memakan korban jiwa yang terluka, insiden ini juga menimbulkan kerugian materi yang cukup besar. Di tengah panasnya konflik yang berlangsung, satu unit rumah milik warga diketahui telah dibakar oleh salah satu kelompok yang terlibat. Api yang membesar sempat menyulut kekhawatiran akan menjalar ke bangunan lain jika tidak segera diredam.

Dampak dari bentrokan ini tidak hanya dirasakan warga sekitar, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi dan transportasi regional. Arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi yang melintasi wilayah Walenrang sempat terhenti total atau lumpuh selama beberapa jam.

Kendaraan yang hendak melintas, baik dari arah Palopo menuju Makassar maupun sebaliknya, terpaksa tertahan di berbagai titik. Para pengemudi dan penumpang memilih menghentikan perjalanan mereka demi alasan keselamatan diri, mengingat situasi di jalan raya dianggap sangat rawan dan berbahaya.

Menanggapi situasi kacau tersebut, aparat keamanan segera dikerahkan untuk memisahkan kedua kelompok. Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, memastikan bahwa situasi keamanan kini telah berangsur kembali kondusif dan terkendali.

“Arus lalin sudah lancar,” ujar AKBP Adnan Pandibu kepada awak media pada Jumat pagi sekitar pukul 10.30 Wita. Ia menegaskan bahwa bentrokan fisik antara kedua belah pihak sudah berhenti dan jalan raya telah kembali dapat dilalui oleh kendaraan.

BACA JUGA:  Kasus Haji Memanas, Gus Yaqut Tantang KPK di Pengadilan

Meskipun situasi sudah mereda, Adnan menambahkan bahwa personel kepolisian masih tetap bersiaga penuh di lokasi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi terjadinya gesekan baru dan memastikan suasana benar-benar aman serta kondusif dalam jangka waktu yang lebih lama.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Pemerhati Publik Kabupaten Luwu, Ismail Ishak, mendesak adanya evaluasi mendalam dari pihak berwenang. Menurutnya, kejadian ini bukan yang pertama kali, melainkan konflik yang terus berulang, yang menandakan bahwa upaya pencegahan selama ini dinilai belum optimal.

“Ini bukan lagi kejadian pertama. Bentrok terus berulang dan masyarakat selalu menjadi korban. Harus ada evaluasi serius terhadap penanganan keamanan di wilayah ini,” tegas Ismail. Ia menekankan bahwa konflik semacam ini tidak hanya merugikan secara fisik dan material, tetapi juga sangat mengganggu stabilitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat luas. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Geledah Summarecon Terkait Kasus HGB Bogor
Febrie Adriansyah Ungkap Dugaan Masukan Keliru ke Prabowo
Roy Suryo Tolak RJ, Pilih Lawan Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Oknum Ustaz di Siak Ditangkap, 4 Santriwati Jadi Korban
Roy Suryo Didakwa Serang Nama Baik Jokowi di Medsos
KPK Geledah Kantor ATR/BPN Terkait Kasus HGB Bogor
Sidang Ijazah Jokowi Masuk Pembuktian 1 Oktober
Lulusan Vokasi Diminta Kuasai Human Skills, Bukan Cuma Coding
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:36 WIB

KPK Geledah Summarecon Terkait Kasus HGB Bogor

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

Febrie Adriansyah Ungkap Dugaan Masukan Keliru ke Prabowo

Kamis, 17 September 2026 - 16:42 WIB

Roy Suryo Tolak RJ, Pilih Lawan Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi

Kamis, 17 September 2026 - 16:04 WIB

Oknum Ustaz di Siak Ditangkap, 4 Santriwati Jadi Korban

Kamis, 17 September 2026 - 14:44 WIB

Roy Suryo Didakwa Serang Nama Baik Jokowi di Medsos

Berita Terbaru

KPK menggeledah kantor PT Summarecon Agung Tbk di Jakarta Timur terkait penyidikan dugaan suap dan gratifikasi pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. Foto: Ist.

Nasional

KPK Geledah Summarecon Terkait Kasus HGB Bogor

Jumat, 18 Sep 2026 - 14:36 WIB

Mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menyampaikan keyakinannya terkait dugaan masukan keliru kepada Presiden Prabowo Subianto dalam perkara yang menjerat dirinya. Foto: Ist.

Nasional

Febrie Adriansyah Ungkap Dugaan Masukan Keliru ke Prabowo

Jumat, 18 Sep 2026 - 13:30 WIB

Sumatera Utara

Polda Sumut Diminta Bongkar Penadah Emas Ilegal di Madina

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:26 WIB