KNKT Turunkan Tim Investigasi, Evakuasi Korban Terjepit Berjalan Non-Stop

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim penyelamat bekerja di lokasi terjadinya tabrakan kecelakaan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Selasa 28 April 2026 dini hari. Foto: Ist.

Tim penyelamat bekerja di lokasi terjadinya tabrakan kecelakaan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Selasa 28 April 2026 dini hari. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera mengambil langkah cepat untuk menelusuri penyebab pasti musibah tabrakan dahsyat antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, membenarkan bahwa tim ahli sudah diterjunkan langsung ke lokasi kejadian. “Sejak tadi malam tiga orang investigator kami sudah di lapangan,” ujar Soerjanto kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Tim investigasi tersebut saat ini tengah bekerja maksimal mengumpulkan data awal, memotret kondisi lokasi, serta menelusuri runtutan peristiwa yang menyebabkan terjadinya kecelakaan maut tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, KNKT belum mengumumkan hasil temuan sementara. Proses penyelidikan masih berjalan mendalam dan hati-hati. “Jika nanti ada informasi yang dapat disampaikan, akan segera kami umumkan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, memastikan bahwa pihaknya fokus penuh pada upaya evakuasi korban. “Kami melakukan proses evakuasi sekuat tenaga pada saat ini seperti yang kita lihat masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kereta,” ujar Bobby.

BACA JUGA:  KPK Gelar 11 OTT Sepanjang 2025, Sasar Sektor Vital dan Pulihkan Aset Negara Triliunan Rupiah

Bobby juga menjelaskan kronologi awal kejadian. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB itu diduga bermula dari tabrakan atau temperan antara KRL dengan sebuah taksi berwarna hijau (Green SM) di perlintasan sebidang JPL 85.

“Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini terganggu,” paparnya menjelaskan dugaan awal penyebab gangguan sinyal.

Terkait penyelidikan lebih lanjut dan fakta hukum yang akurat, pihak manajemen KAI menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas yang berwenang. “Sementara itu kronologinya tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tau penyebab dari kecelakaan kereta pada malam hari ini,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan update terkait kondisi di lapangan yang sangat memprihatinkan.

Syafii menegaskan bahwa kondisi kecelakaan ini membutuhkan penanganan khusus dan teknik yang sangat rumit. Dampak hantaman yang sangat keras menyebabkan lokomotif menyatu dengan salah satu gerbong KRL, sehingga akses untuk mencapai korban sangat sulit.

“Saya sampaikan bahwa kondisi kecelakaan ini membutuhkan penanganan khusus, di mana, impact yang terjadi dari kereta Argo Bromo dan juga commuter ini menimbulkan dampak menyatunya dari loko dengan satu gerbong dari commuter,” ujar Syafii.

BACA JUGA:  Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama KPK di Lantik

Oleh karena itu, Basarnas melibatkan personel khusus yang memiliki kemampuan ekstrikasi atau pembebasan korban dari tumpukan besi. Proses ini harus dilakukan secara sangat teliti dan terukur agar tidak melukai korban yang masih terjepit.

Kabar menggembirakan sekaligus mendesak, hingga saat ini diketahui bahwa beberapa korban yang masih terperangkap di dalam reruntuhan gerbong dilaporkan masih hidup. “Kita sangat mengharapkan bisa kita evakuasi dalam kondisi hidup namun kondisinya masih dalam jepitan material,” ungkapnya.

Untuk itu, operasi penyelamatan dilakukan tanpa henti. “Operasi yang kita laksanakan sejak kira-kira 30 menit sejak kejadian sampai sekarang kita laksanakan non-stop tidak ada henti dan kita akan menggunakan shift-shift-an,” tandas Syafii.

Upaya maksimal ini terus dilakukan demi memberikan harapan keselamatan bagi korban yang masih bertahan di tengah tumpukan kereta, sementara tim medis terus bersiaga penuh di lokasi untuk segera menangani setiap korban yang berhasil dikeluarkan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Tanggung Penuh PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Selama 60 Hari
Komut KAI Sebut Kecelakaan di Bekasi Akibat Kelalaian Sopir Taksi yang Terobos Rel
Korban Kecelakaan KA Argo Anggrek Bertambah Jadi 14 Orang Meninggal Dunia
Mutilasi Jasad Jadi Ratusan Potongan, Alvi Maulana Divonis Penjara Seumur Hidup
Reshuffle Kabinet Resmi Dilakukan, Prabowo Lantik 6 Menteri dan Pejabat Baru
KPK Periksa Bos Travel Haji Maraton, Dalami Kasus Kuota Tambang Haji 2024
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Pelantikan Digelar Sore Ini
Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi Meninggal Dunia, Dendam Berawal dari 2018

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 11:52 WIB

Pemerintah Tanggung Penuh PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Selama 60 Hari

Selasa, 28 April 2026 - 11:33 WIB

KNKT Turunkan Tim Investigasi, Evakuasi Korban Terjepit Berjalan Non-Stop

Selasa, 28 April 2026 - 11:16 WIB

Komut KAI Sebut Kecelakaan di Bekasi Akibat Kelalaian Sopir Taksi yang Terobos Rel

Senin, 27 April 2026 - 18:12 WIB

Mutilasi Jasad Jadi Ratusan Potongan, Alvi Maulana Divonis Penjara Seumur Hidup

Senin, 27 April 2026 - 16:31 WIB

Reshuffle Kabinet Resmi Dilakukan, Prabowo Lantik 6 Menteri dan Pejabat Baru

Berita Terbaru