Jakarta – Mediadelegasi: Sejumlah investor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendatangi kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta pada Senin (8/6/2026).
Kedatangan mereka bertujuan untuk menuntut kejelasan terkait operasional dapur gizi yang hingga saat ini belum juga difungsikan, padahal pembangunan fasilitas telah rampung sejak akhir tahun lalu.
Para investor mengaku telah menyelesaikan pembangunan fasilitas dapur di berbagai wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Mereka menyatakan bahwa seluruh infrastruktur dapur telah siap digunakan sejak Desember 2025, namun hingga memasuki pertengahan tahun 2026, belum ada instruksi maupun kejelasan mengenai jadwal operasional program tersebut.
Keresahan para investor memuncak mengingat besarnya investasi yang telah mereka gelontorkan. Salah satu perwakilan investor mengungkapkan kekecewaannya di lokasi, menyebutkan bahwa dana miliaran rupiah yang telah terserap untuk membangun fasilitas tersebut kini terkesan sia-sia karena tidak adanya aktivitas operasional di lapangan.
“Kami di daerah sudah totalitas membuat dapur dengan biaya hingga miliaran rupiah, tetapi sampai detik ini belum ada kejelasan sama sekali dari pihak terkait,” ujar salah satu investor saat ditemui di depan kantor BGN.
Kondisi ini membuat para investor merasa terkatung-katung karena tidak adanya kepastian mengenai nasib kerja sama dan keberlanjutan program yang digadang-gadang menjadi garda depan pemenuhan gizi nasional ini.
Selain menuntut kepastian waktu operasional, kedatangan para investor ini juga bertujuan untuk mencari titik terang mengenai kendala teknis atau administratif yang menghambat jalannya program. Mereka berharap pihak Badan Gizi Nasional dapat memberikan jawaban yang konkret agar fasilitas yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan sesuai dengan tujuan awal program, yakni menekan angka stunting dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di wilayah 3T.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Gizi Nasional belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan para investor tersebut. Para investor berharap pemerintah segera mengambil langkah responsif agar investasi yang telah dikeluarkan tidak menjadi beban ekonomi yang berkepanjangan dan tujuan strategis pemerintah dalam pemenuhan gizi rakyat dapat segera terwujud.D|Red







