Jakarta-Mediadelegasi: Anggota Komisi V DPR RI Irine Yusiana Roba Putri Roba meminta Kementerian Perhubungan segera melakukan audit keselamatan menyeluruh terhadap seluruh armada kapal penumpang di Indonesia. Seruan itu disampaikan menyusul peristiwa kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).
Irine menegaskan, audit wajib menyasar khususnya kapal penumpang jarak jauh yang sekaligus mengangkut kendaraan dan logistik. Langkah ini dianggap mendesak agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut wajib melakukan audit keselamatan total terhadap seluruh armada kapal penumpang jarak jauh, khususnya kapal yang mengangkut kombinasi penumpang dan kendaraan logistik,” ujar Irine kepada wartawan, Senin (3/8/2026).
Politikus PDI-P itu juga meminta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan memperketat pengawasan sebelum menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar. Tidak boleh ada toleransi sedikit pun terhadap kapal yang belum memenuhi standar kelayakan, terutama terkait sistem proteksi kebakaran.
“Jangan sampai ada toleransi terhadap kapal yang tidak memenuhi standar kelayakan proteksi kebakaran. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi publik,” tegasnya.
Irine meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi bersama Polda Jawa Timur mengusut tuntas penyebab kebakaran hingga ke akar masalah. Investigasi harus mencakup berbagai aspek mulai dari sistem kelistrikan dan kondisi mesin, kelengkapan manifes, hingga ketersediaan serta fungsi alat keselamatan seperti sekoci dan pelampung.
Sorotan terhadap alat keselamatan muncul menyusul laporan kepanikan penumpang saat peristiwa berlangsung, yang memunculkan dugaan perlengkapan penyelamat tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau jumlahnya tidak memadai.
Apabila hasil investigasi menemukan adanya kelalaian prosedur atau pengabaian pemeliharaan kapal dari pihak operator PT Atosim Lampung Pelayaran, Irine menuntut sanksi tegas segera dijatuhkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kita tidak boleh membiarkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut runtuh akibat kelalaian standar keselamatan,” pungkas Irine.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Sumenep pada Minggu pagi. Berdasarkan manifes resmi, kapal mengangkut 271 orang, terdiri atas 232 penumpang serta 39 orang anak buah kapal.
Hingga data dipantau Minggu pukul 18.00 WIB, tercatat 227 orang selamat, sementara lima orang meninggal dunia. Nakhoda kapal sempat dilaporkan hilang kontak, namun kapal dipastikan tidak tenggelam meski masih dalam kondisi panas dan miring.
Peristiwa tragis ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan aspek keselamatan di kapal penyeberangan nasional. Masyarakat kini menanti langkah nyata pemerintah memastikan setiap kapal yang berlayar benar-benar aman dan layak mengangkut nyawa penumpang. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Miranda
Editor : Alan






