Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puing-puing dan aliran lumpur tebal yang menyapu permukiman di Nepal pascabanjir bandang dahsyat, Rabu (26/8/2026). Foto: Ist.

Puing-puing dan aliran lumpur tebal yang menyapu permukiman di Nepal pascabanjir bandang dahsyat, Rabu (26/8/2026). Foto: Ist.

Kathmandu-Mediadelegasi: Bencana banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026), terus memakan korban jiwa. Sejauh ini jumlah korban tewas telah menembus 150 orang, sementara lebih dari 500 orang lainnya dilaporkan hilang. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya temuan dari tim pencari.

Banjir yang datang bak gelombang tsunami itu meluluhlantakkan kawasan-kawasan yang populer di kalangan pendaki gunung internasional maupun para peziarah yang sedang menempuh perjalanan suci. Air bah yang membawa material lumpur dan bebatuan besar menyapu permukiman, jembatan, hingga jalan raya yang menghubungkan kawasan perbatasan tersebut dengan pusat-pusat pemukiman.

Di antara korban yang hilang, jumlah wisatawan asing yang belum ditemukan tercatat sangat besar. Lebih dari 500 wisatawan dilaporkan hilang di wilayah Nepal. Rinciannya, lebih dari 100 orang berasal dari India, 54 orang dari Amerika Serikat, 33 orang dari Inggris, dan lebih dari 100 orang lainnya merupakan warga Nepal yang ikut menjadi korban dalam peristiwa maha dahsyat tersebut.

Sementara itu, pemerintah China juga melaporkan kerugian di sisi perbatasannya. Setidaknya tiga orang tewas dan 265 lainnya dilaporkan hilang di wilayah Tibet, China, yang juga terkena dampak luapan air dari pegunungan. Kerusakan infrastruktur di kedua sisi perbatasan dilaporkan sangat parah dan memutus akses antarwilayah.

BACA JUGA:  Iran Buka Wilayah Udara Timur Demi Jalur Internasional

Penyebab terjadinya banjir dahsyat ini semula diduga kuat dipicu oleh gempa bumi yang mengguncang kawasan perbatasan Nepal-China. Getaran tersebut diduga meruntuhkan danau glasial atau danau es yang berada di pegunungan tinggi, sehingga air dalam jumlah sangat besar tiba-tiba meluncur ke bawah dan memicu banjir bandang.

Namun, analisis terbaru mengubah dugaan tersebut. Belakangan diyakini bahwa tanah longsorlah yang justru memicu aktivitas seismik yang tercatat sebagai gempa. Runtuhnya tebing dan material tanah dari pegunungan diperkirakan menutup aliran sungai sesaat, lalu menumpuk air yang akhirnya meluap dengan daya hancur luar biasa.

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa negaranya. “(Seluruh penduduk negeri) Terkejut dan sangat terpukul,” ujar Balendra Shah dikutip dari kantor berita BBC pada Kamis (27/8/2026). Pemerintah pun segera mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk upaya pencarian dan pertolongan korban.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan pemandangan yang sungguh mengerikan. Aliran air bercampur lumpur berwarna coklat pekat meluncur dengan kecepatan tinggi menerjang berbagai kawasan. Bangunan-bangunan tampak hancur seketika, jembatan putus dan hanyut, menyisakan jejak kehancuran yang memilukan di sepanjang aliran sungai.

BACA JUGA:  Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Korban Tewas dari Sipil Terus Bertambah

Di pos perbatasan Gyirong, rekaman CCTV yang terekam memperlihatkan momen-momen menegangkan. Orang-orang tampak berlarian menyelamatkan diri sesaat sebelum dinding air setinggi beberapa meter menghantam bangunan pos perbatasan tersebut. Hanya dalam hitungan detik, bangunan yang kokoh itu pun hancur diterjang air bah.

Banyak dari wisatawan yang hilang diketahui sedang menempuh perjalanan ziarah menuju Gunung Kailash, situs suci yang sangat dihormati oleh umat Hindu dan Buddha. Rute perjalanan ziarah tersebut ternyata melintasi kawasan yang paling parah terkena dampak banjir, sehingga jumlah korban wisatawan pun menjadi sangat besar.

Pemerintah Nepal telah meminta bantuan kepada negara tetangga, India, maupun China untuk memperluas jangkauan pencarian dan penanganan korban. Namun kondisi medan yang masih sulit, akses jalan yang putus, serta cuaca yang belum menurun menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat yang bekerja tanpa henti.

Jumlah korban jiwa diyakini masih akan terus bertambah dalam beberapa hari mendatang. Sebagian besar wilayah terdampak masih belum dapat dijangkau, dan banyak warga yang belum ditemukan. Pemerintah serta masyarakat dunia pun terus berdoa agar harapan menemukan korban yang selamat masih ada meski situasi semakin sulit diprediksi. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT
Israel Tolak Proposal Damai 15 Poin Trump, Netanyahu Ngotot Pasukan Tetap di Gaza Hingga Hamas Dilucuti
Gibran dan Kebohongan Laporan Keuangan yang Menjerat Dana Pensiun Malaysia
Iran Rilis Daftar Sasaran Pembalasan, Pasca Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Ai Ogura Ciptakan Kejutan, Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026 di Brno
KTT Rusia-ASEAN Dibuka di Kazan: Putin Jamu Pemimpin Negara ASEAN, Perkuat Hubungan 35 Tahun Kemitraan
Iran Luncurkan Serangan Pembalasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Dron Ditembakkan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:13 WIB

24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Israel Tolak Proposal Damai 15 Poin Trump, Netanyahu Ngotot Pasukan Tetap di Gaza Hingga Hamas Dilucuti

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:21 WIB

Gibran dan Kebohongan Laporan Keuangan yang Menjerat Dana Pensiun Malaysia

Senin, 13 Juli 2026 - 11:13 WIB

Iran Rilis Daftar Sasaran Pembalasan, Pasca Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Berita Terbaru