Airlangga: Program Magang Nasional Investasi SDM Unggul untuk Indonesia Emas!

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto (Foto:Ist)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan kunjungan langsung ke Emtek Group untuk meninjau Program Magang Nasional. Dalam kunjungannya, Airlangga menegaskan bahwa Program Magang Nasional merupakan investasi strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mewujudkan Indonesia Emas.

Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas peserta magang yang terpilih melalui proses seleksi yang sangat ketat. Ia menyebutkan bahwa hanya sekitar 6-8 persen dari seluruh pendaftar yang dinyatakan lolos dan diterima di berbagai perusahaan.

“Dari seluruh pendaftar, hanya sekitar 6–8 persen yang dinyatakan lolos dan diterima di berbagai perusahaan. Artinya, anda semua adalah yang terbaik. Ini kesempatan langka, tidak semua lulusan mendapat pengalaman kerja seperti ini,” ujar Airlangga saat meninjau para peserta magang nasional di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Airlangga menambahkan bahwa program ini juga membuka akses bagi peserta magang untuk masuk ke perusahaan kelas dunia (world class company), salah satunya adalah EMTEK Group. Ia menyebut EMTEK Group sebagai acuan perusahaan global seperti Google dan Apple, yang mengapresiasi potensi talenta Indonesia di perusahaan tersebut.

“Saya senang karena jumlah engineer kita banyak. Saya juga seorang engineer,” ungkap Airlangga dengan bangga.

BACA JUGA:  Kemnaker Buka Magang Nasional Batch III: Peluang Emas untuk Lulusan Baru!

Airlangga menjelaskan bahwa EMTEK Group menjadi salah satu mitra yang aktif menerima peserta magang nasional, seiring dengan perkembangan pesat industri digital media dan ekonomi kreatif di Indonesia. Ia menekankan bahwa peserta magang adalah aset masa depan bangsa, karena selama program berjalan selama enam bulan, mereka dibiayai langsung oleh pemerintah.

“Kenapa ini disebut investasi? Karena pemerintah membayar anda untuk belajar, beradaptasi dengan lingkungan kerja, dan mendapatkan pengalaman profesional,” jelas Airlangga.

Airlangga menyebutkan bahwa Program Magang Nasional memang ditujukan bagi lulusan tahun 2025 dengan rentang usia 21-23 tahun. Mereka dinilai sebagai generasi emas yang akan memimpin Indonesia 20 tahun ke depan.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau langsung Program Magang Nasional di Emtek Group. Dia menegaskan, Program Magang Nasional merupakan investasi strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas. (Foto:Ist)

“Dua puluh tahun dari sekarang, Anda yang akan berdiri di depan, menggantikan generasi senior hari ini,” kata Airlangga dengan penuh keyakinan.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyoroti pesatnya transformasi teknologi global. Ia menjelaskan bahwa Indonesia sempat tertinggal pada revolusi komputer dan internet, namun berhasil menjadi pemain utama dalam revolusi smartphone yang mendorong Indonesia menjadi salah satu pasar ekonomi digital terbesar di ASEAN.

Airlangga optimis bahwa ke depan, melalui Digital Economy Framework Agreement, nilai ekonomi digital Asia diproyeksikan meningkat dari USD 1 triliun menjadi USD 2 triliun pada tahun 2030. Untuk itu, Indonesia membutuhkan banyak tenaga engineer agar pasar domestik tidak dikuasai oleh pemain asing.

BACA JUGA:  Indonesia Siap Hadir di Forum COP29 untuk Promosikan Diplomasi Hijau dan Komitmen Perubahan Iklim

“Indonesia punya kekuatan pasar domestik. Ini harus diisi oleh pemain dalam negeri, seperti Vidio dan industri kreatif digital lainnya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” dorong Airlangga.

Airlangga menegaskan bahwa kunci utama menuju Indonesia Emas adalah sumber daya manusia (SDM). Ia mencontohkan Singapura sebagai salah satu negara di ASEAN yang berhasil keluar dari jebakan middle income trap meskipun tanpa sumber daya alam, karena fokus pada pengembangan pembangunan manusia.

“Arahan Pak Presiden, kita kejar SDM, kita potong kemiskinan dengan makan bergizi gratis kemudian sekolah rakyat, sekolah unggulan Garuda, itu semua demi memutus rantai kemiskinan dengan kepandaian,” beber Airlangga.

Menutup pidatonya, Airlangga mendorong peserta magang untuk terus belajar, membangun jejaring, dan memanfaatkan kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah. “Ingat, anda adalah investasi negara. Pemerintah percaya pada Anda, dan ini adalah harapan untuk masa depan Indonesia yang cerah,” pungkasnya.D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Berita Terbaru