Bawaslu Memperingatkan Peserta Pilkada Terhadap Kekerasan Berbasis Gender

- Penulis

Selasa, 29 Oktober 2024 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Bawaslu menjelaskan jenis kerawanan yang mungkin terjadi selama Pilkada 2024. Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah kekerasan yang berdasarkan gender. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat awalnya menyebutkan bahwa tahapan yang paling rentan dalam pilkada adalah masa kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, serta masa pencalonan. Menurutnya, dalam tahapan tersebut bisa terjadi politik uang, kekerasan, dan masalah di TPS, serta melibatkan anak dalam kampanye. Menurut Bagja, tahapan yang paling rawan, seperti kampanye, pemungutan suara, dan pencalonan, sudah dipetakan sebagai zona kerentanan.

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, juga mengatakan bahwa kekerasan berbasis gender rentan terjadi selama pilkada. Kekerasan termasuk membuat perempuan menjadi target politik uang dan menempatkan mereka dalam kampanye. Hasil penelitian dari KPI menunjukkan bahwa informasi yang tidak pantas tidak boleh disebarkan. Contoh lainnya adalah ketika perempuan dijadikan target politik uang. Yang ketiga, contohnya dari apa yang mereka sampaikan adalah tentang pentingnya memberikan contoh positif dalam proses kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk memperkuat demokrasi. Dia mengatakan bahwa konten kampanye dalam Pilkada tidak boleh merendahkan atau diskriminatif.

BACA JUGA:  Sowa'a-Martinus Klaim Unggul Hitung Cepat Pilkada Gunungsitoli

“Bawaslu selalu berusaha memberikan himbauan agar setiap orang memberikan teladan yang baik dalam proses demokrasi di Pilkada,” ujar Lolly. Pada kesempatan tersebut, Bawaslu menandatangani Nota Kesepahaman dengan JPPR, Koalisi Perempuan, Kalyanamitra, dan Cek Fakta. Ini adalah untuk memantau proses Pilkada, yakni membantu mengidentifikasi informasi yang salah serta memberikan fokus pada perempuan.

“Bagja menyatakan, ini berfungsi untuk memantau proses Pilkada.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Memimpin, Bukan Memanejeri Belajar dari Alex Ferguson dan Michael Moritz untuk Menguatkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Genealogis di Indonesia
Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’
Helikopter PK CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Jiwa Melayang di Hutan Rimba
Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
PSSI Sumut Gandeng AAFI, 26 Peserta Lulus Kursus Pelatih Futsal Nasional di Medan
Spektrum Letusan Semeru, Sembilan Erupsi Beruntun Sabtu Pagi
Bantuan Bencana Muzani Disalurkan untuk Warga Sumatera Utara
Kabar Beredar: Chandra Dalimunthe Disebut Jadi Plt Kadis PUPR Sumut, Gantikan Hendra Siregar

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:22 WIB

Memimpin, Bukan Memanejeri Belajar dari Alex Ferguson dan Michael Moritz untuk Menguatkan Organisasi Kemasyarakatan Berbasis Genealogis di Indonesia

Kamis, 30 April 2026 - 14:12 WIB

Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’

Jumat, 17 April 2026 - 14:17 WIB

Helikopter PK CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Jiwa Melayang di Hutan Rimba

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

Senin, 13 April 2026 - 20:10 WIB

PSSI Sumut Gandeng AAFI, 26 Peserta Lulus Kursus Pelatih Futsal Nasional di Medan

Berita Terbaru