Jakarta-Mediadelegasi: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memandang adanya potensi besar bagi industri perbankan nasional untuk mencatatkan pertumbuhan kredit hingga dua digit pada tahun 2026. Optimisme ini muncul setelah melihat dinamika pasar yang mulai bergerak positif di awal tahun.
BCA Percaya Penyaluran Kredit 2026 Melaju Kencang
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan bahwa target pertumbuhan dua digit tersebut sangat mungkin untuk dicapai. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini memberikan ruang bagi perbankan untuk memacu penyaluran pembiayaan lebih agresif dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga : https://mediadelegasi.id/relawan-parhobas-bobby-gercep-dinkes-sumut-masih-di-tempat/
Hendra menjelaskan bahwa salah satu faktor pendorong utama adalah banyaknya program pemerintah yang tengah berjalan. Ia berharap sektor perbankan dapat bersinergi dan bekerja keras untuk memanfaatkan momentum program-program strategis tersebut sepanjang tahun ini.
Terkait sikap para pelaku usaha, Hendra mengungkapkan adanya tren yang beragam di lapangan. Sebagian pengusaha terpantau sudah mulai berani melakukan ekspansi bisnis, namun sebagian lainnya masih memilih untuk bersikap waspada atau wait and see.
Sikap hati-hati sebagian pelaku usaha tersebut dipicu oleh kondisi geopolitik global yang dinamis. Perubahan kebijakan internasional, terutama mengenai tarif perdagangan, menjadi perhatian serius yang membuat pengusaha terus mencermati perkembangan situasi.
Meski demikian, Hendra mencatat adanya angin segar dari sisi investasi luar negeri. Arus investasi asing yang masuk ke Indonesia dinilai masih sangat kuat, dengan kontribusi yang signifikan terutama datang dari investor asal China.
Para investor asing tersebut umumnya menjalin kemitraan strategis dengan nasabah-nasabah BCA. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mendorong penyaluran kredit bank, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara luas.
Sebagai konteks, kinerja kredit industri pada tahun 2025 tercatat mengalami perlambatan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pertumbuhan kredit sepanjang tahun lalu berada di angka 9,69 persen secara tahunan (year on year/yoy).






