BNPB: 753 Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera, Kerugian Infrastruktur Signifikan

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wilayah Sumatera yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor. Foto: Ist.

Wilayah Sumatera yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data yang dihimpun hingga Rabu, 3 Desember 2025, menunjukkan bahwa bencana ini telah menyebabkan kerugian yang sangat besar, baik dari segi korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.

Berdasarkan Data Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 yang dipublikasikan di situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), jumlah korban meninggal dunia mencapai 753 jiwa. Selain itu, 650 orang masih dinyatakan hilang, dan 2.600 orang mengalami luka-luka akibat bencana ini.

“Jumlah meninggal dunia 753 jiwa, hilang 650 jiwa, dan korban luka-luka 2.600 jiwa,” demikian bunyi keterangan yang tertera dalam laporan BNPB yang dilihat pada pukul 08.00 WIB. Angka ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak bencana alam yang melanda Sumatera.

Selain korban jiwa, banjir bandang dan tanah longsor juga menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah warga. Berdasarkan data BNPB, sebanyak 3.600 rumah mengalami rusak berat, 2.100 rumah rusak sedang, dan 3.700 rumah rusak ringan. Kerusakan ini menyebabkan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

BACA JUGA:  Ayah Kandung di Sidoarjo Perkosa Anak 13 Tahun Berulang Kali, Paksa Minum Pil KB

Bencana ini juga berdampak signifikan terhadap fasilitas umum. Jembatan mengalami kerusakan sebesar 39,34 persen, fasilitas ibadah 16,97 persen, fasilitas pendidikan 42,5 persen, dan fasilitas kesehatan 1,18 persen. Kerusakan pada fasilitas-fasilitas ini mengganggu aktivitas masyarakat dan menghambat upaya pemulihan pascabencana.

Jumlah pengungsi yang tercatat hingga saat ini mencapai 106.200 orang di Sumatera Barat, 538.000 orang di Sumatera Utara, dan 1,5 juta orang di Aceh. Total warga terdampak meliputi 141.800 orang di Sumatera Barat, 1,5 juta orang di Aceh, dan 1,7 juta orang di Sumatera Utara, sehingga keseluruhannya mencapai 3,3 juta jiwa.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk melakukan upaya penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Bantuan logistik, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial terus disalurkan kepada para pengungsi dan korban bencana.

Pemerintah juga berupaya untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya. Pemulihan infrastruktur ini sangat penting untuk memperlancar aksesibilitas dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:  28 Persen Sentimen Negatif Terkait Banjir Sumatera-Aceh, DIR: Berpotensi Jadi Krisis Kepercayaan

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan longsor dan banjir. Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti arahan dari petugas dan selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan potensi bencana.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman alam. Upaya-upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana perlu terus ditingkatkan agar dampak bencana dapat diminimalkan di masa depan.

Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk membangun sistem peringatan dini yang efektif, melakukan penataan ruang yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

Dengan upaya bersama, diharapkan Sumatera dapat bangkit kembali dari keterpurukan akibat bencana ini dan membangun masa depan yang lebih aman dan sejahtera. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MK Kabulkan Penarikan Perkara Uji UU Polri, Kedudukan Polri Tetap di Bawah Presiden
Dugaan Korupsi KIP Kuliah di LLDIKTI Wilayah I Kian Menguat, Desakan Audit dan Penegakan Hukum Menggema Hingga Pusat
Kasus Hanania Group: 620 Korban Baru Lapor ke Polda Metro Jaya, Total Kerugian Capai Rp35 Miliar
Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggaran Rp 10,3 Triliun Tahun 2027, Sebagian Besar untuk Pembangunan dan Rehabilitasi Fasilitas Peradilan
Presiden Prabowo Panggil Menteri Kabinet, Terima Laporan Hasil Kunjungan Kerja Luar Negeri dan Perkembangan Investasi
BGN Bantah Hoaks Atas Nama Kepala Lembaga: Tak Ada Pembagian Keuntungan MBG ke Presiden
Perkuat Kemitraan Strategis, Prabowo Terima Kunjungan Menhan Jepang di Kertanegara
KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Gedung Pemkab Lamongan, Periksa Pejabat PT Brantas Abipraya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:31 WIB

MK Kabulkan Penarikan Perkara Uji UU Polri, Kedudukan Polri Tetap di Bawah Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:10 WIB

Dugaan Korupsi KIP Kuliah di LLDIKTI Wilayah I Kian Menguat, Desakan Audit dan Penegakan Hukum Menggema Hingga Pusat

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:40 WIB

Kasus Hanania Group: 620 Korban Baru Lapor ke Polda Metro Jaya, Total Kerugian Capai Rp35 Miliar

Senin, 15 Juni 2026 - 12:06 WIB

Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggaran Rp 10,3 Triliun Tahun 2027, Sebagian Besar untuk Pembangunan dan Rehabilitasi Fasilitas Peradilan

Senin, 15 Juni 2026 - 11:46 WIB

Presiden Prabowo Panggil Menteri Kabinet, Terima Laporan Hasil Kunjungan Kerja Luar Negeri dan Perkembangan Investasi

Berita Terbaru