Bobby Berharap Pemerintah Pusat Bantu Nias Lepas Ketertinggalan

Rabu, 30 April 2025 - 01:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumut  Bobby Afif Nasution (kedua kanan)  bersama jajaran pejabat Kemendagri dan sejumlah gubernur lainnya mengikuti rapat dengar  pendapat dengan Komisi II DPR RI, di komplek parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/4). Foto: IG

Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution (kedua kanan) bersama jajaran pejabat Kemendagri dan sejumlah gubernur lainnya mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI, di komplek parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/4). Foto: IG

Jakarta-Mediadelegasi:  Gubernur Sumatera Utara (Sumut)  Bobby Afif Nasution berharap Pemerintah pusat menambah dana transfer  untuk mendukung program percepatan pembangunan di Kepulauan Nias agar wilayah di pantai barat Sumut itu  lepas dari ketertinggalan.

“Kondisi Kepulauan  Nias  harus menjadi perhatian bersama karena statusnya masih tertinggal,” kata Bobby saat rapat dengar pendapat dengan Kemendagri dan Komisi II DPR RI, di Jakarta, Selasa (29/4).

Rapat dengar pendapat tersebut membahas tiga hal penting, termasuk  kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta pengelolaan kepegawaian.

Disebutkannya, empat dari tujuh kabupaten tertinggal di  Pulau Sumatera dan sekitarnya itu  berada di Provinsi Sumut, tepatnya  di Kepulauan Nias.

BACA JUGA:  Duka Menyelimuti HUT ke-80 TNI: Praka Marinir Zaenal Mutaqim Gugur dalam Tugas

Keempat kabupaten itu, yakni Nias,  Nias Selatan, Nias Utara dan Nias Barat.

Gubernur Sumut memaparkan, secara garis besar persoalan yang dihadapi di Kepulauan Nias adalah kesehatan, pendidikan, air bersih, transportasi dalam pulau, bandara dan komunikasi.

“Kita berharap pemerintah pusat bisa membantu menyelesaikan persoalan ini,” kata Bobby

Menurutnya sebagai daerah tertinggal, kabupaten dan kota di Kepulauan Nias  memang patut mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat, agar laju pembangunannya sama dengan daerah lain di Indonesia.

Dalam RDP yang turut dihadiri 12 gubernur itu,  Bobby mengakui  persoalan pembangunan di wilayah Nias relatif lebih komplek dari daerah lain yang berada di daratan Sumut.

Karena itu, menurut Gubernur,  upaya untuk pembangunannya juga harus disesuaikan dengan keadaan wilayah itu.

BACA JUGA:  Gurita Bea Cukai: KPK Ungkap 'Safe House' Korupsi

“Dengan adanya perhatian khusus dan aturan yang berbeda dengan daerah lain, kita bisa bersama-sama mengeluarkan kabupaten-kabupaten di Kepulauan Nias  dari status tertinggal,” tuturnya.

Dilansir dari laman Sekretariat Kabinet,   daerah tertinggal adalah  kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional.

Predikat tersebut didasarkan atas kriteria perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas, dan karateristik daerah. D|Red

Baca  artikel menarik laikny dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

5 tanggapan untuk “Bobby Berharap Pemerintah Pusat Bantu Nias Lepas Ketertinggalan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usulan Hentikan Latsarmil: Komisi I DPR Minta Materi Pelatihan Calon Manajer Kopdes Lebih Relevan
Kemhan Jelaskan Kronologi Meninggalnya Peserta SPPI saat Ikuti Latihan Dasar Militer
Konvensi ILO Kerja Layak Era Digital Jadi Acuan, Menaker Siap Perkuat Perlindungan Pekerja Platform
PKB PT KAI 2026–2028 Diteken, Wamenaker: Bukti Hubungan Industrial yang Sehat dan Berkeadilan
Buronan Paling Dicari Interpol China Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Pemain Besar Sindikat Scam
Ketua BEM FH UBK Terima Uang Rp20 Juta untuk Arahkan Demo: Perjuangan Mahasiswa Bisa Dibeli?
Kemnaker Umumkan Tiga Besar Calon Direktur Polteknaker Periode 2026–2030
Akhir Perjalanan Hukum Razman Arif Nasution: Dijebloskan ke Cipinang Usai Kalah di MA
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:16 WIB

Usulan Hentikan Latsarmil: Komisi I DPR Minta Materi Pelatihan Calon Manajer Kopdes Lebih Relevan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:28 WIB

Kemhan Jelaskan Kronologi Meninggalnya Peserta SPPI saat Ikuti Latihan Dasar Militer

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:23 WIB

Konvensi ILO Kerja Layak Era Digital Jadi Acuan, Menaker Siap Perkuat Perlindungan Pekerja Platform

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:56 WIB

PKB PT KAI 2026–2028 Diteken, Wamenaker: Bukti Hubungan Industrial yang Sehat dan Berkeadilan

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:28 WIB

Buronan Paling Dicari Interpol China Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Pemain Besar Sindikat Scam

Berita Terbaru