Bobby Nasution Harap KM Bukit Raya Tampung Masyarakat Medan yang Jalani Isoman di Rumah

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan-Mediadelegasi: Wali Kota Medan, Bobby Nasution berharap kapal KM Bukit Raya dapat membantu menampung masyarakat kota Medan yang masih melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Saya berharap ini dapat menampung masyarakat kota Medan yang masih melakukan isolasi mandiri di rumah, karena memang jumlahnya masih cukup banyak,” harap Bobby Nasution saat menyambut langsung kehadiran Menteri BUMN, Erick Thohir dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Terminal Bandar Deli, Dermaga 007, Kec. Medan Belawan, Sabtu (21/8), dalam rangka monitoring pelaksanaan isolasi terpusat (isoter) terapung yang menggunakan Kapal KM Bukit Raya.

Bahkan, lanjut Bobby target kedepanya akan membuka isoter di tingkat Kecamatan.

Kapal berkapasitas 462 bed dengan standart protokol kesehatan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat menunjang kesembuhan para pasien covid-19 seperti tempat tidur, panggung senam, sarana ibadah dan fasilitas hiburan lainya.

Tidak hanya itu saja tenaga kesehatan yang telah ditugaskan juga selalu siap sedia memantau kondisi pasien selama menjalani isolasi. Hingga saat ini tercatat sudah ada 11 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di tempat isoter terapung tersebut.

Dalam kesempatan itu Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengucapkan terimakasih kepada Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN yang sudah memberikan KM Bukit Raya sebagai tempat isolasi terpusat (isoter) terapung bagi masyarakat Kota Medan.

BACA JUGA:  Seleksi Eselon II Pemprov Sumut Berlanjut, 8 Calon Siap Bersaing

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menteri yang sudah memberikan jatah kapal kepada Kota Medan. Dari lima Kab/ Kota di Indonesia, Kota Medan salah satunya yang mendapatkan bantuan KM Bukit Raya,” kata Bobby Nasution yang saat itu hadir di dampingi Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman dan sejumlah Pimpinan OPD terkait lainya.

Dijelaskan Bobby Nasution, Kapal ini sebenarnya dapat menampung 900 lebih orang, namun karena di desain sesuai dengan standart protokol kesehatan maka kapal ini bisa menampung lebih kurang 462 bed isolasi.

Meskipun begitu kapal ini tentu saja sudah sangat membantu Pemko Medan untuk menambah ketersediaan bed isolasi, dimana sebelumnya Pemko Medan juga sudah menyiapkan dua tempat isoter diantaranya di gedung P4TK dan Eks Hotel Soechi.

“Kapal ini memang kita fokuskan untuk lima wilayah di Medan bagian utara, karena memang Kota Medan terbagi menjadi beberapa wilayah mengingat luasnya kota Medan,” jelas Bobby Nasution.

Sementara itu Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan isoter terapung ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah yang secara gotong royong berupaya memutus mata rantai covid-19. “Kunci penangan covid-19 ini adalah kebersamaan,” kata Erick Thohir.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Apresiasi Penetapan Sumut sebagai Tuan Rumah 3rd International Pencak Silat Indonesia Open Championship 2025

Erick Thohir juga mengatakan tidak cukup hanya kerjasama Pemerintah saja, masyarakat juga harus mendukung program-program Pemerintah sehingga masalah covid-19 ini dapat teratasi bersama-sama secara baik.

“Salah satunya adalah isolasi terapung ini penting sekali mendapat dukungan dari masyarakat, oleh sebab itu kepada warga Medan yang terkonfirmasi positif jangan ragu untuk bergabung di tempat isolasi terpusat karena standart pelayanannya kami jaga dengan baik,” ajak Erick Thohir.

“Disamping itu isoter ini juga menjaga agar tidak terjadi penularan yang semakin banyak dan tingkat kematian yang masih terjadi dimana-mana,” lanjutnya.

Sedangkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bahwa kunci penanganan covid-19 salah satunya adalah isoter. Selama ini isoter hanya ada di darat, namun kini juga dilakukan di laut dengan menggunakan kapal laut yang saat ini sedang tidak beroprasi.

“Ini sudah pernah kita coba di Makasar dan di Makasar itu sukses besar, dari lima puluh orang yang sudah di tes dalam waktu lima hari bisa kembali sembuh karena adanya udara yang mengandung klorin dapat membantu penyembuhan lebih cepat,” jelasnya.
D|Med-82

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat
Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan
Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya
BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Berita Terbaru