Bocah Aria Raja Sianturi Dilarikan ke Medan

- Penulis

Rabu, 20 Oktober 2021 - 23:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasien Aria Raja Sianturi saat menunggu penanganan di ruang operasi RSUD Sidikalang. Foto: D|Ist

Pasien Aria Raja Sianturi saat menunggu penanganan di ruang operasi RSUD Sidikalang. Foto: D|Ist

Keluarga pasien Aria Raja Sianturi disarankan  untuk membawa Aria ke salah satu rumah sakit di Medan. Hal itu langsung memicu protes dari keluarga sehingga   suasana rumah sakit menjadi ricuh.

“Pasien yang sedang kritis harus kami larikan ke Medan tanpa surat rujukan. Padahal, pasien sudah dibius sebagai persiapan operasi. Entah karena apa, operasi tidak jadi dilakukan,” kata Sihombinh sembari mengancam akan menempuh jalur hukum.

Permasalahan belum berakhir sampai di situ Setelah menerima perlakuan seperti itu, pihak keluarga kesulitan  menemukan ambulance dan perawat yang akan menemani keluarga membawa pasien ke Medan.

“Kondisi pasien saat itu sudah kritis, tapi mereka masih menyarankan menunggu perawat. Bisa saja ada perawat khusus untuk pasien yang dirujuk, tapi apakah harus kaku dengan kodisi seperti itu,” sebutnya.

BACA JUGA:  Bobby Nasution: Sumut Berpotensi jadi Sentra Produksi Jeruk Terbesar

Sementara itu Direktur RSUD Sidikalang, dr Sugito Panjaitan yang  dikonfirmasi wartawan, Selasa (19/10) melalui pesan elektronik meminta waktu untuk memberi penjelasan. “Sabar, sebentar lagi ya,” tulis Sugito dalam pesan singkat dari ponselnya.

Belakangan Sugito membernarkan adanya kerusakan pada alat operasi di RSUD Sidikalang. “Pasien dengan diagnosa peritonitis, rencana operasi tetapi dalam persiapan operasi ada gangguan pada alat operasi, maka pasien tidak jadi dioperasi dan pasien dirujuk ke rumah sakit di Medan,” tulisnya.

Ketika ditanyakan, apakah tindakan memberikan suntikan bius kepada pasien tapi tidak jadi operasi itu tidak menyalahi aturan medis,  Sugito tidak menjawab.

Sementara, informasi yang diterima dari keluarga pasien, petugas medis menawarkan akan membantu pihak keluarga dalam membiayai perobatan pasien yang mencapai ratusan juta rupiah. D|Red

BACA JUGA:  Polda Sumut: Lalin Lancar Belum Terjadi Kepadatan Kendaraan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur
Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:47 WIB

Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:18 WIB

Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43 WIB

Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia

Berita Terbaru