BPS Laporkan Penurunan Signifikan Angka Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

Jumat, 25 Juli 2025 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Masyarakat Miskin di Indoneia. (Foto: Ist)

Ilustrasi Masyarakat Miskin di Indoneia. (Foto: Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kabar gembira terkait penurunan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, jumlah penduduk miskin ekstrem tercatat sebanyak 2,38 juta orang. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan data September 2024 yang mencapai 2,78 juta jiwa, atau berkurang 0,4 juta orang. Penurunan ini juga terlihat jika dibandingkan dengan Maret 2024, di mana jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 3,56 juta jiwa, menunjukkan penurunan sebesar 1,18 juta orang.

 

Pencapaian ini merupakan hasil implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 yang fokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem. Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa penduduk miskin ekstrem didefinisikan sebagai penduduk dengan pengeluaran per kapita di bawah 2,15 dolar AS PPP tahun 2017 per hari, mengacu pada standar World Bank. Penurunan angka ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam upaya mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Dari sisi persentase, penduduk miskin ekstrem terhadap total penduduk pada Maret 2025 mencapai 0,85 persen. Angka ini turun sekitar 0,14 persen poin dibandingkan dengan September 2024. Perbandingan dengan Maret 2024 menunjukkan penurunan yang lebih signifikan, yaitu sebesar 0,41 persen poin. Penurunan ini menunjukkan tren positif dalam upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan.

 

Secara keseluruhan, angka kemiskinan di Indonesia juga mengalami penurunan. Pada Maret 2025, persentase penduduk miskin turun menjadi 8,74 persen, atau sekitar 23,85 juta jiwa. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan September 2024 yang mencapai 24,06 juta jiwa. Penurunan angka kemiskinan secara umum ini menunjukkan dampak positif dari berbagai program pemerintah yang terintegrasi.

 

Pemerintah menyambut positif capaian ini, namun tetap berkomitmen untuk terus berupaya mengurangi angka kemiskinan ekstrem dan kemiskinan secara umum. Berbagai program pemberdayaan masyarakat, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan ekonomi lokal akan terus ditingkatkan untuk mencapai tujuan tersebut.

 

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran serta berbagai pihak, termasuk masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan sektor swasta. Kerja sama dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program pengentasan kemiskinan.

 

Meskipun angka kemiskinan ekstrem terus menurun, pemerintah tetap waspada terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi. Ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, dan bencana alam dapat berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang adaptif dan responsif untuk menghadapi tantangan tersebut.

 

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan angka kemiskinan dan melakukan evaluasi secara berkala terhadap program-program yang telah dijalankan. Dengan demikian, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia dapat terus berjalan efektif dan berkelanjutan, menuju Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
BACA JUGA:  Mobil Listrik Terlaris di Indonesia: Denza D9 dan BYD Mendominasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Foto: Pintu gerbang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan. Sorotan publik terkait isu peredaran narkotika memicu desakan evaluasi pengawasan dan pengamanan di lingkungan lapas tersebut.

Kota Medan

DPP Garda Kamtibmas Minta Dian Cina Dipindahkan ke Nusakambangan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 13:46 WIB