Dana TKD Batal Dipotong Demi Pemulihan Sumatra

Senin, 19 Januari 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto resmi menyetujui usulan Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, agar dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) tahun 2026 tidak dipotong.(Foto:Ist)

Presiden Prabowo Subianto resmi menyetujui usulan Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, agar dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) tahun 2026 tidak dipotong.(Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto resmi menyetujui usulan Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, agar dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) tahun 2026 tidak dipotong.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis pemerintah pusat dalam membantu daerah melakukan pemulihan pascabencana banjir dan longsor.

Keputusan krusial tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

 Dengan keputusan ini, besaran TKD untuk tahun anggaran 2026 akan dikembalikan nilainya setara dengan TKD tahun 2025 setelah proses efisiensi.

Sebagai gambaran, TKD Provinsi Sumatra Utara pada tahun 2025 berjumlah Rp 5,5 triliun.

Pemotongan Dana TKD Batal Dipotong Guna Penanganan Bencana Sumatra

Awalnya, pemerintah pusat berencana melakukan pemangkasan sebesar Rp 1,1 triliun untuk anggaran 2026, namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan mengingat urgensi penanganan dampak bencana di wilayah tersebut.

Tidak hanya Sumatra Utara, Presiden Prabowo juga memberikan perlakuan serupa bagi Provinsi Aceh dan Sumatra Barat. Ketiga provinsi di Pulau Sumatra ini mendapatkan pengecualian pemotongan anggaran karena tingkat kerusakan dan dampak sosial-ekonomi yang signifikan akibat bencana alam.

BACA JUGA:  Sinergi Penegakan Hukum: Kejagung Ambil Alih Kasus Korupsi Jaksa Hasil OTT KPK

Baca juga : https://mediadelegasi.id/sidang-perdana-noel-kasus-pemerasan-sertifikasi-k3/

Mendagri Tito menjelaskan bahwa keputusan ini melalui pertimbangan panjang, terutama mengenai dampak lanjutan bagi wilayah yang tidak terkena bencana secara langsung. Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, 18 daerah terdampak langsung, sementara di Sumbar sebanyak 16 dari 19 wilayah mengalami dampak serupa.

Pemerintah menyoroti fenomena kenaikan harga dan inflasi di daerah yang menjadi penyangga korban bencana, seperti Kota Banda Aceh dan Gunung Sitoli di Nias. Gangguan rantai pasokan akibat infrastruktur yang rusak menyebabkan inflasi di daerah-daerah tersebut melonjak tajam pada akhir Desember lalu.

Sebelum mengetok palu, Presiden telah meminta kajian akhir dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Setelah anggaran dinyatakan mencukupi, pemerintah sepakat untuk mengembalikan ruang fiskal daerah agar pelayanan publik dan rehabilitasi infrastruktur tidak terganggu.

Sebelumnya, Bobby Nasution dalam rapat koordinasi di Kemendagri menekankan bahwa pengalihan anggaran bencana sebesar Rp 430 miliar sangat membebani daerah. Ia menilai ruang fiskal yang sempit akan sangat berisiko bagi keberlangsungan pelayanan masyarakat jika pemotongan tetap dilakukan.

BACA JUGA:  Pemerintah Luncurkan Program 20 Ribu Rumah untuk Guru

Senada dengan Bobby, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah juga mengharapkan dukungan penuh dari pusat. Ia menegaskan bahwa karena penanganan bencana merupakan agenda nasional, maka pengembalian dana TKD adalah solusi paling logis bagi pemerintah daerah.

Tito Karnavian memastikan proses transfer dana ke tiga provinsi tersebut akan segera diproses pada awal pekan depan. Koordinasi intensif antara Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri dan Dirjen Perimbangan Kementerian Keuangan mulai dilakukan pada Senin (19/1/2026).

Di sisi lain, Mendagri memberikan peringatan keras kepada para kepala daerah agar tidak menyalahgunakan dana tersebut. Ia menegaskan bahwa anggaran ini diperuntukkan bagi masyarakat yang sedang menderita, sehingga penyelewengan dalam bentuk apa pun akan dikategorikan sebagai tindakan pidana.

Pemerintah pusat melalui Kemendagri dan Kemenkeu berkomitmen mengawal ketat penggunaan dana ini di lapangan. Fokus utamanya adalah percepatan perbaikan jembatan dan jalan rusak yang belum tertangani oleh pusat agar pemulihan ekonomi daerah bisa segera berjalan.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Roy Suryo Tolak RJ, Pilih Lawan Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Oknum Ustaz di Siak Ditangkap, 4 Santriwati Jadi Korban
Roy Suryo Didakwa Serang Nama Baik Jokowi di Medsos
KPK Geledah Kantor ATR/BPN Terkait Kasus HGB Bogor
Sidang Ijazah Jokowi Masuk Pembuktian 1 Oktober
Lulusan Vokasi Diminta Kuasai Human Skills, Bukan Cuma Coding
Nusron Wahid Diyakini Kooperatif jika Dipanggil KPK
Dokter Tifa Optimistis Eksepsi Kedua Kasus Ijazah Jokowi Dikabulkan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:42 WIB

Roy Suryo Tolak RJ, Pilih Lawan Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi

Kamis, 17 September 2026 - 16:04 WIB

Oknum Ustaz di Siak Ditangkap, 4 Santriwati Jadi Korban

Kamis, 17 September 2026 - 14:44 WIB

Roy Suryo Didakwa Serang Nama Baik Jokowi di Medsos

Kamis, 17 September 2026 - 13:14 WIB

Sidang Ijazah Jokowi Masuk Pembuktian 1 Oktober

Kamis, 17 September 2026 - 12:05 WIB

Lulusan Vokasi Diminta Kuasai Human Skills, Bukan Cuma Coding

Berita Terbaru

Sidang kasus dugaan fitnah ijazah Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo di PN Jakarta Timur, Kamis (17/9/2026). Foto: Ist.

Nasional

Roy Suryo Tolak RJ, Pilih Lawan Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi

Kamis, 17 Sep 2026 - 16:42 WIB

Polisi menangkap oknum ustaz yang diduga mencabuli santriwati di Kabupaten Siak, Riau. Foto: Ist.

Nasional

Oknum Ustaz di Siak Ditangkap, 4 Santriwati Jadi Korban

Kamis, 17 Sep 2026 - 16:04 WIB

Sidang perdana kasus tudingan ijazah palsu Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo di PN Jakarta Timur, Kamis (17/9/2026). Foto: Ist.

Nasional

Roy Suryo Didakwa Serang Nama Baik Jokowi di Medsos

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:44 WIB

Alustadz Rahmat Agus Darmawan Siregar (foto kiri) di hadapan jamaah tausiyah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, di Dusun Sinarbulan, Labusel, Rabu (16/9). Foto: maruli

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Mengupas Rahasia Sepertiga Malam di Balik Kelahiran Rasulullah

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:49 WIB