Dr. Wan Hidayati: Geopark Kaldera Toba Wajib Penuhi Enam Rekomendasi UNESCO

- Penulis

Jumat, 18 Juli 2025 - 02:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar  Geoscience Dr. Ir  Wan Hidayati (kiri) dan Direktur Sumut Institute Osriel Limbong (kanan) saat tampil sebagai pembicara dalam acara podcast seputar Geopark Kaldera Toba yang dipandu Wartawan senior Maruli Agus Salim Siregar (tengah), di studio Mediadelegasi Medan, Kamis (17/7).  Foto: Miranda.

Pakar Geoscience Dr. Ir Wan Hidayati (kiri) dan Direktur Sumut Institute Osriel Limbong (kanan) saat tampil sebagai pembicara dalam acara podcast seputar Geopark Kaldera Toba yang dipandu Wartawan senior Maruli Agus Salim Siregar (tengah), di studio Mediadelegasi Medan, Kamis (17/7). Foto: Miranda.

Medan-Mediadelegasi:  Pakar di bidang  geosains dan lingkungan,  Dr. Wan Hidayati  mengingatkan bahwa Geopark Kaldera Toba wajib melaksanakan enam rekomendasi yang ditetapkan oleh UNESCO.

“Sebagai persiapan menghadapi revalidasi atau penilaian ulang, ada enam rekomendasi utama yang harus dipenuhi oleh pengelola Geopark Kaldera Toba,” katanya  di Medan, Kamis (17/7).

Hidayati yang juga mantan Direktur Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark  mengemukakan hal itu dalam acara podcast yang dipandu oleh wartawan senior Maruli Agus Salim Siregar di studio Mediadelegasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disebutkannya,   keenam rekomendasi tersebut adalah Sosialisasi, Konservasi, Edukasi, Pemberdayaan masyarakat, Branding, dan Kerjasama dengan berbagai mitra.

Menurut dosen Universitas Sumatera Utara (USU) ini,  setiap taman bumi atau geopark yang telah masuk dalam keanggotaan UNESCO Global Geoparks  (UGGp) seperti  Geopark Kaldera Toba harus dapat mengedukasi masyarakat sekitar mengenai pentingnya nilai-nilai geologi yang ada di kawasan tersebut.

Hal ini dilakukan melalui  penguatan pendidikan seputar geopark, baik di tingkat sekolah maupun di masyarakat umum.

BACA JUGA:  Hadir Sidang Kasus Nadiem Makarim, Rocky Gerung: Saya Cek Nalar Hukumnya Bersih atau Ada 'Karat Politik'

Kemudian manajemen badan pengelola serta alokasi anggaran yang baik,  sangat diperlukan untuk menjaga kelangsungan dan pengembangan geopark ini.

Edukasi
Sejalan dengan langkah-langkah tersebut, kata Hidayati, kegiatan edukasi dan riset di kawasan Geopark Kaldera Toba juga harus terus ditingkatkan agar kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi pusat penelitian dan inovasi di bidang geologi dan biologi.

Lebih lanjut Hidayati memaparkan,  keberadaan Geopark Kaldera Toba  dalam jaringan UNESCO harus dipertahankan.

Sebab, setiap geopark sebagai kawasan yang diakui oleh UNESCO, merupakan area yang memiliki nilai geologi tinggi yang diintegrasikan dengan konservasi, pendidikan, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Oleh karena itu, mantan Kadis Pariwisata Provinsi Sumatera Utara ini kembali mengingatkan bahwa  revalidasi yang akan dilaksanakan asesor UNESCO pada 21-25 Juli 2025 mendatang hasilnya akan sangat menentukan kelangsungan  status  Geopark Kaldera Toba dalam UGGp.

Artinya,  jika hasil revalidasi nantinya menunjukkan bahwa pengelolaan dan penataan geopark tersebut telah dilaksanakan sesuai  kriteria yang direkomendasikan UNESCO,  maka keberadaan Geopark Kaldera tetap berada dalam keanggotaan taman bumi dunia.

BACA JUGA:  Perkara Narkoba Terbanyak Dilimpahkan ke Kejari Toba Sepanjang 2024

Namun sebaliknya, jika pihak pengelola Geopark Kaldera Toba tidak mampu melaksanakan secara menyeluruh rekomendasi UNESCO, maka kecil kemungkinan bisa memperoleh kartu hijau atau bahkan status keanggotannya dalam UGGp  akan dicabut.

Sebab, sejak tahun 2023 lalu Geopark Kaldera Toba telah mendapatkan peringatan berupa kartu kuning dari UNESCO.

“Kita tentunya tidak ingin status  Geopark Kaldera Toba dicabut dari keanggotaan UNESCO,” tuturnya.

Acara podcast tersebut juga menghadirkan narasumber Osriel Limbong dari lembaga  Sumut Institute.

Osriel mengatakan pihaknya meragukan  kinerja Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP-TCU GGp)  dalam upaya memenuhi rekomendasi UNESCO.

Sebab, menurutnya, mayoritas jajaran pimpinan BP-TCU GGp di periode saat ini  diperkirakan bukan dari kalangan yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang pengelolaan geopark.

Sementara,  dalam upaya memperoleh status kartu hijau, banyak faktor yang perlu dibenahi antara lain kemitraan strategis, visibilitas, dan keterlibatan masyarakat setempat  dalam geopark,” putra kelahiran Kabupaten Samosir ini. D|Red

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MPR Putuskan Final LCC Empat Pilar Kalbar Diulang, Juri Diganti Akademisi Independen
Hadiri Acara di Kejagung, Prabowo Terima Rp10.27 Triliun & Puluhan Ribu Hektar Lahan Hutan
Anggota DPRD Jember Disidang Majelis Kehormatan Gerindra: Main Game dan Merokok Saat Rapat Stunting Viral
Kebakaran Rumah di Tanjung Priok, 4 Orang Tewas Diduga Akibat Korsleting Listrik
Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Korban Belum Bisa Hadir Pasca Operasi, Hakim Tegur Oditur
Polemik Penilaian LCC Empat Pilar Kalbar: MC Shindy Minta Maaf, MPR Nonaktifkan Juri dan Pembawa Acara
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Chromebook: Siap Mental, Tegaskan Tuduhan Tidak Benar
MK Tolak Gugatan UU IKN, Tegaskan Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Hingga Ada Keppres

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:17 WIB

MPR Putuskan Final LCC Empat Pilar Kalbar Diulang, Juri Diganti Akademisi Independen

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:53 WIB

Hadiri Acara di Kejagung, Prabowo Terima Rp10.27 Triliun & Puluhan Ribu Hektar Lahan Hutan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:52 WIB

Anggota DPRD Jember Disidang Majelis Kehormatan Gerindra: Main Game dan Merokok Saat Rapat Stunting Viral

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:05 WIB

Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Korban Belum Bisa Hadir Pasca Operasi, Hakim Tegur Oditur

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:57 WIB

Polemik Penilaian LCC Empat Pilar Kalbar: MC Shindy Minta Maaf, MPR Nonaktifkan Juri dan Pembawa Acara

Berita Terbaru