Dua Wartawan Alami Kekerasan Saat Meliput Kasus Keracunan MBG, Kebebasan Pers Kembali Terancam

Selasa, 30 September 2025 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Penganiayaan (Foto:Ist)

Ilustrasi Penganiayaan (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Dua orang wartawan menjadi korban kekerasan saat tengah melakukan peliputan di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jakarta Timur (Jaktim).

Insiden ini terjadi saat mereka tengah menginvestigasi kasus keracunan makanan yang menimpa 20 siswa SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diduga disebabkan oleh makanan bergizi gratis (MBG).

Pihak kepolisian telah mengkonfirmasi kejadian ini dan menyatakan bahwa Polsek Pasar Rebo sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Ini barusan merapat ke Polsek buat laporan, sudah dianter untuk visum. Laporan kita tindak lanjuti,” kata Kapolsek Pasar Rebo AKP I Wayan Wijaya saat dikonfirmasi pada Selasa, 30 September 2025.

Salah seorang wartawan yang menjadi korban kekerasan, Miftahul Munir, menceritakan kronologi kejadian. Ia dan rekannya, Kiki, sedang melakukan peliputan di kantor SPPG Gedong 2, yang terletak di seberang Kampus Unindra, pada Selasa siang.

Kedatangan mereka bertujuan untuk mencari informasi terkait MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan massal pada 20 murid sekolah dasar tersebut.

BACA JUGA:  Polres Toba Gelar Pelepasan Purnabakti Dua Personel Polri

Namun, saat tiba di lokasi, mereka didatangi oleh seorang penjaga yang sudah berusia lanjut.

“Nyuruh masuk dikira saya tukang cuci ompreng. Pas habis parkir saya tanya mau ketemu kepala SPPG tapi dia nyuruh keluar,” kata Munir kepada wartawan.

Munir dan rekannya kemudian keluar dari area tersebut sambil merekam sosok orang tak dikenal yang diduga sudah marah. Tak lama kemudian, sebuah mobil bertuliskan SPPG masuk ke lokasi.

Munir mencoba mengambil gambar mobil tersebut, namun dihalangi oleh penjaga.

“Si bapak itu ngelarang. Saya bilang, ini di luar area publik enggak bisa larang-larang.

Terus salah satu pegawai SPPG samperin saya ngejelasin bahwa bukan di situ penyedia MBG yang menyebabkan siswa keracunan, tapi di pinggir jalan dekat samping air biru,” terang Munir.

Situasi kemudian berubah menjadi tegang. Penjaga tersebut tiba-tiba emosi dan mengangkat kepalan tangan, seolah hendak memukul.

BACA JUGA:  Natalius Pigai: Presiden Prabowo Tak Pernah Perintahkan TNI-Polri Isi Jabatan Sipil

“Tiba-tiba malah cekik saya dan Kiki. Si bapak keamanan tadi dipegangin oleh rekan-rekannya SPPG,” pungkas Munir.

Kasus kekerasan terhadap wartawan ini menambah daftar panjang insiden serupa yang dialami oleh para jurnalis saat menjalankan tugasnya.

Kekerasan terhadap media merupakan ancaman serius terhadap kebebasan pers dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.

Pihak kepolisian diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku kekerasan.

Selain itu, pemerintah dan aparat penegak hukum juga perlu meningkatkan perlindungan terhadap wartawan agar mereka dapat menjalankan tugas jurnalistiknya tanpa rasa takut dan intimidasi.

Kebebasan pers merupakan pilar penting dalam negara demokrasi. Tanpa pers yang bebas dan independen, masyarakat akan kesulitan untuk mendapatkan informasi yang benar dan mengambil keputusan yang tepat. D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB