Dugaan Oligarki dan Ancaman Ekologis: Tambang Raja Ampat dalam Sorotan

Senin, 9 Juni 2025 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Tindak Tegas: Empat Izin Tambang di Raja Ampat Dicabut

Prabowo Tindak Tegas: Empat Izin Tambang di Raja Ampat Dicabut

Jakarta-Mediadelegasi: Kawasan Raja Ampat, dikenal dengan keindahan alam bawah lautnya yang luar biasa, kini terancam oleh aktivitas pertambangan. Kekhawatiran muncul terkait dugaan konspirasi antara oknum pemerintah dan pengusaha tambang yang memungkinkan eksploitasi sumber daya alam di wilayah yang sangat rentan secara ekologis.

Fahmy Radhi, seorang dosen Ekonomi Energi dari UGM, mengungkapkan dugaan adanya “kongkalikong” atau konspirasi yang ia sebut sebagai “strong oligarchy.” Menurutnya, konspirasi ini memungkinkan perusahaan tambang beroperasi di Raja Ampat, mengabaikan dampak lingkungan yang signifikan.

Fahmy menekankan perlunya investigasi menyeluruh dari Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengungkap dugaan keterlibatan oknum pemerintah dalam memuluskan aktivitas pertambangan di Raja Ampat. Ia mendesak agar Kejagung menyelidiki proses perizinan dan operasional perusahaan tambang di wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Ahmad Sahroni Dicopot, Rusdi Masse Mappasessu Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Kementerian ESDM telah merilis informasi tentang lima perusahaan tambang yang beroperasi di lima pulau berbeda di Raja Ampat. Meskipun beberapa perusahaan mengklaim telah melakukan reklamasi, Fahmy mempertanyakan efektivitasnya dan tetap mendesak penghentian permanen semua aktivitas pertambangan di daerah tersebut.

Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pertambangan di Raja Ampat sangat mengkhawatirkan. Ekosistem laut yang kaya dan unik, serta kehidupan masyarakat pesisir, terancam oleh aktivitas eksploitatif tersebut. Reklamasi yang dilakukan dinilai tidak cukup untuk mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula.

Fahmy menyatakan bahwa aktivitas pertambangan di Raja Ampat dan sekitarnya harus dihentikan secara permanen untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada. Ia berharap investigasi Kejagung akan mengungkap semua pihak yang terlibat dalam dugaan konspirasi ini.

BACA JUGA:  Novita Hardini: Generasi Muda Tidak Harus Jadi Politisi untuk Berkontribusi bagi Bangsa

Desakan Fahmy Radhi dan kekhawatiran akan kerusakan lingkungan menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya di kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi seperti Raja Ampat. Peristiwa ini menyoroti perlunya pengawasan yang ketat untuk mencegah eksploitasi sumber daya alam yang merugikan lingkungan dan masyarakat.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru