Jakarta-Mediadelegasi: Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama TNI menyiapkan langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons terhadap potensi kenaikan harga minyak dunia. Kebijakan ini dirancang sebagai bentuk mitigasi dini guna menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan ketahanan negara tetap terjaga.
Efisiensi BBM Kemhan TNI Disiapkan Bertahap dan Terukur
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan melalui sejumlah penyesuaian internal. Salah satu di antaranya adalah pembatasan penggunaan kendaraan dinas serta pengaturan pola kerja yang lebih fleksibel.
Ia menyebutkan, kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya langkah proaktif dalam menghadapi dinamika global. Menurutnya, efisiensi harus dilakukan tanpa mengganggu pelayanan publik maupun kesiapan pertahanan negara.
Rico menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil bersifat administratif dan manajerial. Artinya, fokus utama bukan pada pengurangan kemampuan operasional, melainkan optimalisasi penggunaan sumber daya yang ada.
Dalam pelaksanaannya, Kemhan dan TNI memastikan bahwa sektor strategis tetap menjadi prioritas utama. Operasional pertahanan, termasuk kesiapsiagaan militer, tetap dijaga dalam kondisi optimal dan tidak terdampak oleh kebijakan efisiensi ini.
Efisiensi yang dilakukan lebih diarahkan pada aspek pendukung, seperti mobilitas dinas dan penggunaan energi non-prioritas. Dengan demikian, penggunaan BBM dapat ditekan tanpa mengurangi efektivitas tugas utama.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/kecelakaan-tragis-parapat-renggut-tiga-nyawa-seketika/
Selain itu, pengaturan penggunaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga akan dilakukan berdasarkan indeks prioritas. Setiap penggunaan akan disesuaikan dengan kebutuhan operasi dan tingkat urgensinya.
Kemhan juga tengah mengkaji penerapan pola kerja empat hari dalam sepekan untuk fungsi tertentu yang memungkinkan. Skema ini dinilai dapat mengurangi konsumsi BBM, terutama dari sektor transportasi pegawai.









