“Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia,” tegasnya.
Oleh karena itu, Daryono mengimbau kepada seluruh masyarakat pesisir di wilayah Indonesia untuk tetap tenang dan tidak panik.
BMKG akan terus memantau perkembangan dampak dari gempa bumi tersebut dan segera memberikan informasi terbaru kepada para pemangku kepentingan, media, dan masyarakat luas. Hingga pukul 21.50 WIB pada tanggal 8 Desember 2025, hasil monitoring menunjukkan adanya satu gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,5.
Daryono juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan bahwa informasi yang diterima berasal dari sumber resmi BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Hal ini penting untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat dan dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.








