Gunung Anak Krakatau Erupsi, Lontarkan Kolom Abu Setinggi 200 Meter, Warga Diminta Waspada

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Anak Krakatau erupsi pada Rabu (8/7/2026) dengan kolom abu mencapai 200 meter di atas puncak. Warga dan wisatawan diminta menjauhi radius 3 kilometer dari kawah aktif. (Foto: PVMBG)

Gunung Anak Krakatau erupsi pada Rabu (8/7/2026) dengan kolom abu mencapai 200 meter di atas puncak. Warga dan wisatawan diminta menjauhi radius 3 kilometer dari kawah aktif. (Foto: PVMBG)

Medan-Mediadelegasi: Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Rabu, 8 Juli 2026, tepatnya pukul 11.47 WIB. Peristiwa ini segera tercatat dalam sistem pemantauan dan diamati langsung oleh petugas di pos pengamatan gunung api setempat.

Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis oleh Badan Geologi, letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik yang teramati mencapai ketinggian sekitar 200 meter di atas puncak gunung. Jika dihitung dari permukaan laut, ketinggian kolom abu tersebut diperkirakan mencapai sekitar 357 meter.

“Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Rabu, 08 Juli 2026, pukul 11:47 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 200 meter di atas puncak,” tulis pernyataan resmi Badan Geologi yang dikutip pada Rabu (08/07/2026).

Deny Mardiono, petugas pengamat Gunung Anak Krakatau, melaporkan bahwa secara visual kolom abu hasil erupsi berwarna kelabu hingga hitam pekat. Kepadatan asap dan abu tersebut terlihat cukup tebal, serta bergerak perlahan mengikuti arah angin ke wilayah barat laut dari puncak gunung.

BACA JUGA:  Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 1.200 Meter

Selain pengamatan visual, aktivitas ini juga terekam dengan jelas melalui alat pemantau seismograf yang terpasang di lokasi. Catatan teknis menunjukkan amplitudo getaran mencapai nilai maksimum 50 milimeter, yang menandakan kekuatan energi yang dikeluarkan saat peristiwa berlangsung.

Secara durasi, letusan tersebut tidak berlangsung lama. Data mencatat bahwa aktivitas erupsi ini berlangsung selama 42 detik sebelum kemudian mereda dan kembali ke kondisi pemantauan rutin. Meski singkat, peristiwa ini tetap menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang.

Menyikapi kejadian tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera mengeluarkan imbauan resmi sebagai langkah antisipasi guna menjaga keselamatan warga dan pengunjung di sekitar kawasan gunung api tersebut.

PVMBG menegaskan bahwa saat ini status aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap dalam pengawasan ketat. Masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak serta wisatawan yang berkunjung ke kawasan sekitar Selat Sunda diminta untuk tetap tenang namun tidak mengabaikan peringatan yang disampaikan.

BACA JUGA:  Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Kembali, Kolom Abu Setinggi 1.500 Meter Mengarah Barat

Salah satu rekomendasi utama yang dikeluarkan adalah larangan mendekati kawasan zona bahaya. Seluruh pihak diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius sejauh 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Pihak berwenang juga mengingatkan agar tidak ada pendaki atau pengunjung yang mencoba mendekati puncak atau kawasan lereng gunung. Potensi lontaran material vulkanik dan aliran awan panas tetap menjadi ancaman yang harus diwaspadai sewaktu-waktu.

Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Seluruh perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus dipantau secara terus-menerus dan disampaikan melalui saluran informasi resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

PVMBG menekankan pentingnya mengikuti arahan dari petugas dan instansi terkait. Dengan kewaspadaan yang tinggi dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, risiko dampak bahaya dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat diminimalkan secara maksimal. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rudi Margono Ditunjuk Sebagai Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Seleksi Wawancara PVN Batch 3 Berlangsung 10–15 Juli 2026, Ini Ketentuannya
Febrie Adriansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi dan Pencucian Uang
Prabowo Ajak Masyarakat Awasi Program Makan Bergizi Gratis: Lapor Langsung lewat TikTok, Jangan Sampai Ayam Dipotong 22 Bagian
Ikut Program MagangHub 2026, Perusahaan Wajib Terdaftar dan Perbarui Data di WLKP Kemnaker
BEM Nusantara Provinsi Jambi Gelar Aksi Simbolis Nyalakan Lilin dan Orasi, Serukan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Tiba di Gedung Merah Putih KPK, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Tampak Lesu Usai Terjaring OTT
KPK Gelar OTT di Solo Raya, Tangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani Beserta Empat Orang Lainnya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:53 WIB

Rudi Margono Ditunjuk Sebagai Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:12 WIB

Seleksi Wawancara PVN Batch 3 Berlangsung 10–15 Juli 2026, Ini Ketentuannya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:51 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi dan Pencucian Uang

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:36 WIB

Prabowo Ajak Masyarakat Awasi Program Makan Bergizi Gratis: Lapor Langsung lewat TikTok, Jangan Sampai Ayam Dipotong 22 Bagian

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:53 WIB

Ikut Program MagangHub 2026, Perusahaan Wajib Terdaftar dan Perbarui Data di WLKP Kemnaker

Berita Terbaru