Indonesia Harus Serius Antisipasi Dampak Pemanasan Global

Sabtu, 4 Maret 2023 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Para peserta mendengarkan orasi ilmiah melalui telekonferensi dalam rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) II Tahun 2023 Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT-USU), di Medan, Sabtu (4/3). Foto: NCO

Para peserta mendengarkan orasi ilmiah melalui telekonferensi dalam rangkaian acara Musyawarah Nasional (Munas) II Tahun 2023 Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT-USU), di Medan, Sabtu (4/3). Foto: NCO

Medan-Mediadelegasi: Indonesia harus serius mengantisipasi isu pemanasan global yang bisa berdampak negatif bagi kondisi ekosistem dan makroekonomi.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Nasional (Munas) II Tahun 2023 Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT-USU), di Medan, Sabtu (4/3).

Munas II IKA FT-USU turut diisi dengan orasi ilmiah dari para alumni, antara lain Dr. Ir Nurdin Tampubolon, MM, Ir. Terkelin Sinulingga, Ir Akhmad Kamil, MTME, Ph.D, dan M. Taufik Hidayat, ST.

Terkelin Sinulingga dalam orasi melalui telekonferensi dari Inggris, mengungkapkan bahwa pemanasan global atau global warming menjadi salah satu isu lingkungan utama yang dihadapi dunia saat ini.

“Pemanasan global telah menyebabkan perubahan-perubahan sistem terhadap ekosistem di bumi, diantaranya perubahan iklim yang ekstrim,” kata alumni Fakultas Teknik Elektro USU angkatan tahun 1982 ini.

Ia memaparkan, pemanasan global adalah suatu fenomena global yang dipicu oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan.

BACA JUGA:  Akun Ratu Entok Dilaporkan ke Polda Sumut

Kegiatan ini menghasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak jumlahnya di atmosfer, terutama gas karbon dioksida (CO2) melalui proses yang disebut efek rumah kaca.

Laporan terbaru dari Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menggambarkan dengan jelas betapa krisis iklim merupakan krisis hak bagi anak-anak.

Satu dari empat anak secara global telah terkena dampak darurat iklim, dan pada 2050 hampir setiap anak di setiap wilayah akan menghadapi gelombang panas yang lebih sering.

Bagi ratusan juta anak, gelombang panas juga akan berlangsung lebih lama dan lebih ekstrem, meningkatkan ancaman kematian, penyakit, kelaparan, dan migrasi paksa.

Disebutkannya, saat ini seluruh dunia tengah menghadapi dampak krisis iklim akibat dampak negatif dari pemanasan global.

Sektor energi, khususnya pembakaran batu bara yang memproduksi gas kuat seperti karbon dioksida, merupakan penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca, dan bertanggung jawab atas 35 persen dari total emisi global.

“Gas rumah kaca menjadi alasan terjadinya pemanasan global, yang kemudian berimbas pada terjadinya perubahan iklim,” paparnya.

BACA JUGA:  Dit Lantas Polda Sumut Rilis Hasil Ops Keselamatan Toba 2022

Indonesia, lanjutnya, masuk dalam sepuluh negara yang menyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, selain China, AS, India, Uni Eropa, Rusia dan Brasil.

Karena itu, menurut dia, mutlak dibutuhkan upaya nyata untuk menurunkan emisi karbon dengan cara memanfaatkan sumber energi lain yang ramah lingkungan, seperti energi matahari, air, angin, dan bioenergi.

“Indonesia sebagai salah satu negara tropis yang kaya akan energi matahari sudah saatnya memanfaatkan energi ramah lingkungan itu, misalnya energi mobil dengan tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga surya,” katanya.

Terkelin yang kini bekerja di General Electric Company Inggris, mengingatkan bahwa untuk mengurangi dampak pemanasan global perlu peran serta semua pihak dan didukung regulasi untuk bisa mewujudkannya.

Munas II IKA FT-USU mengusung tema Peran Alumni Fakultas Teknik USU Mempercepat World Class University dan Digitilisasi Organisasi IKA FT-USU. D|Red-04/Med-AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Inspektorat Kota Medan Bungkus Rapi Temuan BPK
Dinyatakan Mampu Padahal Hidup Pas-pasan, Ibu Nelayan Banding Desil Demi Anak Dapat KIP Kuliah
ISMI Sumut: Sangat Pantas, Ada Jl Ahmad Baqi di Medan
Aksi DPP RAJA Disambut Baik, Kejati Sumut Janji Dalami Kasus Rp14,5 M
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 16:12 WIB

Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031

Sabtu, 5 September 2026 - 14:27 WIB

Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi

Sabtu, 5 September 2026 - 11:54 WIB

Inspektorat Kota Medan Bungkus Rapi Temuan BPK

Berita Terbaru

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dalam Kasus HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB

Banjir bandang merendam kawasan permukiman warga di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, akibat luapan sungai setelah hujan deras. Foto: Ist.

Nasional

Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:17 WIB