Karhutla Kawah Ijen Meluas hingga Bakari Gunung Suket, Pemadaman Dijalankan Secara Manual

Sabtu, 5 September 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kobaran api karhutla tampak menyala terang di balik papan penanda jalur pendakian Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Sabtu (5/9/2026).

Kobaran api karhutla tampak menyala terang di balik papan penanda jalur pendakian Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Sabtu (5/9/2026).

Bondowoso-Mediadelegasi: Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen, tepatnya di wilayah Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, terus meluas dan kini membakar kawasan vegetasi Gunung Suket di Dusun Krepean, Desa Jampit. Sebelumnya, kobaran api telah melalap jalur pendakian yang menjadi akses utama menuju kawah Ijen.

Penyebaran api berlangsung sangat cepat didorong kondisi ilalang dan dedaunan yang telah mengering akibat puncak musim kemarau. Kekeringan vegetasi membuat kobaran api dengan mudah berpindah dari satu titik ke titik lain, sehingga jangkauan kebakaran terus melebar ke arah kawasan hutan yang lebih padat dan semakin sulit dijangkau.

Menanggapi meluasnya titik api, pemerintah daerah segera menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD Bondowoso, personel Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor, unsur TNI-Polri, Perhutani, serta aparat pemerintah desa dan kecamatan guna memadamkan api dan mencegah penyebaran lebih jauh.

Kondisi medan yang curam, terjal, dan jauh dari jangkauan kendaraan bermotor menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Tidak memungkinkannya menggunakan alat berat maupun mesin pemadam memaksa petugas melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya.

Para petugas di lapangan berjuang memukul titik-titik api menggunakan ranting pohon dan alat pemukul api sederhana yang dikenal dengan sebutan gepyok. Cara ini dilakukan berulang-ulang hingga titik api berhasil dipadamkan satu per satu, namun memakan waktu dan tenaga yang sangat besar.

Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, menyampaikan bahwa saat ini seluruh kekuatan tim gabungan difokuskan untuk menangani titik api yang masih bisa dijangkau di wilayah Dusun Krepean, Desa Jampit. Upaya pemadaman sejauh ini masih dijalankan secara manual mengingat kondisi medan yang sulit.

BACA JUGA:  Bencana Karhutla Pelalawan: Oknum Petani Nekat Bakar 500 Ha

“Saat ini tim gabungan berfokus menangani titik api yang masih bisa dijangkau di wilayah Dusun Krepean, Desa Jampit. Pemadaman sejauh ini masih kita lakukan secara manual,” ujar Aryo saat memberikan keterangan di lokasi kejadian pada Sabtu (5/9/2026).

Hingga saat ini, petugas belum dapat memastikan secara pasti berapa luas areal hutan dan lahan yang telah hangus terbakar di kawasan Gunung Suket. Hal ini dikarenakan sebaran titik api masih terus bergerak dan belum seluruh wilayah terdampak dapat dijangkau untuk dipetakan luas kerusakannya.

Namun, kepolisian memberikan kabar yang sedikit menenangkan, yaitu sebaran titik api saat ini berada di areal hutan yang cukup jauh dari kawasan pemukiman penduduk. Sejauh ini belum ada laporan bahwa kebakaran telah mengancam rumah warga atau menimbulkan korban jiwa maupun kerugian harta benda.

Guna mempercepat koordinasi serta penanganan darurat secara terpusat, tim gabungan telah mendirikan Posko Penanganan Karhutla yang berpusat di Pos Paltuding Ijen. Posko ini menjadi pusat pengumpulan informasi, penyusunan strategi pemadaman, serta pendistribusian logistik bagi petugas yang bertugas di lapangan.

Di posko tersebut, seluruh laporan perkembangan titik api, kondisi cuaca, serta kebutuhan personel dan peralatan akan dipantau secara terus-menerus agar keputusan yang diambil dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.

BACA JUGA:  KPK Belum Umumkan Nama Tersangka Kasus DJKA Kemenhub klaster Medan

Sementara itu, petugas gabungan hingga kini masih bersiaga penuh di sepanjang kawasan yang terdampak. Selain berupaya memadamkan api yang masih menyala, tim juga menyisir sisa-sisa bara api guna memastikan tidak ada lagi sumber api yang dapat menyala kembali.

Pengawasan diperketat mengingat kondisi angin yang terkadang bertiup kencang di kawasan dataran tinggi Ijen. Tiupan angin dapat dengan mudah membawa percikan api ke kawasan yang belum terbakar sehingga memicu titik api baru yang meluas kembali.

Tim juga terus memantau perubahan arah angin dan perkembangan cuaca yang berpengaruh terhadap penyebaran api. Upaya pencegahan perlu dilakukan secara terus-menerus agar kebakaran tidak meluas ke arah jalur pendakian utama maupun kawasan vegetasi yang lebih luas lagi.

Masyarakat dan pengunjung yang berencana mendaki ke Kawah Ijen juga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Asap tebal dan sisa kebakaran di sepanjang jalur pendakian berpotensi mengganggu pandangan maupun kenyamanan perjalanan.

Pemerintah daerah melalui BPBD dan instansi terkait terus berupaya menambah kekuatan personel serta logistik pemadaman agar api dapat segera dipadamkan sepenuhnya. Masyarakat diminta turut membantu menjaga keamanan kawasan hutan dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imipas Dalami Dugaan Pegawai Rutan Depok Bantu Sediakan Narkoba & Perlengkapan Pesta Viral
Kepala Lapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Diberhentikan dari ASN, 17 Pejabat Dijatuhi Sanksi
Prabowo di HUT ke-81 TNI: Utamakan Prestasi, Bukan Senioritas, Perkuat Sinergi dengan Rakyat
Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua, Hatta Rajasa Wakil Ketua
Kemendikdasmen Jelaskan Alur Terbit Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran, Diajukan 6 Agustus 2019
Hakim MK Asrul Sani Heran Istilah ‘Pengetahuan Setara’ dalam Surat Penyetaraan Gibran
Atase Pendidikan KBRI Singapura & Australia Akui Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran di Sidang MK
Banjir Mengancam Aceh Tengah, Puluhan Keluarga Reje Payung Mengungsi Dini Karena Trauma Bencana 2025
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Imipas Dalami Dugaan Pegawai Rutan Depok Bantu Sediakan Narkoba & Perlengkapan Pesta Viral

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Kepala Lapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Diberhentikan dari ASN, 17 Pejabat Dijatuhi Sanksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua, Hatta Rajasa Wakil Ketua

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Kemendikdasmen Jelaskan Alur Terbit Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran, Diajukan 6 Agustus 2019

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Hakim MK Asrul Sani Heran Istilah ‘Pengetahuan Setara’ dalam Surat Penyetaraan Gibran

Berita Terbaru

Kabupaten Deli Serdang

Kandang Ayam di Belakang Dapur MBG, Ribuan Porsi Makanan Aman?

Senin, 5 Okt 2026 - 14:47 WIB