Kemendagri Percepat Rekonstruksi Pascabencana Aceh

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA.(Foto:Ist)

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA.(Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) resmi memulai langkah strategis untuk tahun anggaran 2026. Dalam arahannya, Dirjen Bina Adwil Safrizal ZA menekankan bahwa setiap pelaksanaan program tahun ini harus berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

Safrizal menegaskan bahwa seluruh jajaran kementerian tidak boleh lagi terjebak dalam rutinitas yang sekadar bersifat administratif. Ia menuntut adanya perubahan pola kerja yang lebih substansial, di mana setiap kebijakan yang diambil harus mampu menjawab persoalan riil di tengah masyarakat secara efektif.

Menurut Safrizal, keberhasilan program kerja pada tahun 2026 akan diukur melalui basis data yang akurat dan bukti kuat di lapangan. Inovasi menjadi kunci utama agar aktivitas yang dijalankan tidak hanya menambah volume kegiatan rutin, tetapi memberikan solusi konkret yang langsung dirasakan manfaatnya.

Kemendagri Pacu Pembangunan Kembali Pascabencana Aceh

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Kick Off Meeting Pelaksanaan Program dan Anggaran Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Sentul, Bogor. Pertemuan strategis yang digelar pada 14–16 Januari 2026 ini menjadi titik awal koordinasi seluruh unit kerja di bawah naungan Ditjen Bina Adwil.

BACA JUGA:  Aceh Besar Diguncang Gempa Magnitudo 5,2 Disertai 12 Gempa Susulan

Salah satu agenda besar yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah penanganan pascabencana di wilayah Aceh. Safrizal menyoroti peran kemendagri dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah-daerah terdampak bencana demi memulihkan ekonomi lokal.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026, Safrizal ZA telah ditunjuk secara resmi sebagai Koordinator Wilayah Aceh. Penugasan ini mencakup tanggung jawab besar dalam Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/bsi-dukung-umkm-lewat-pembiayaan-syariah-nasional/

Penunjukan tersebut secara otomatis mendorong adanya penyesuaian pada rencana kerja dan anggaran Ditjen Bina Adwil sepanjang tahun 2026. Fokus koordinasi kini diarahkan pada penyusunan Rencana Induk Penanggulangan Bencana Provinsi Aceh yang sangat mendesak untuk segera diselesaikan.

Pemerintah menargetkan dokumen Rencana Induk tersebut dapat rampung pada Maret 2026 mendatang. Dokumen ini akan menjadi kompas atau panduan utama dalam melaksanakan langkah-langkah pemulihan pascabencana yang terintegrasi dan berkelanjutan di wilayah Serambi Mekkah.

BACA JUGA:  Paus Fransiskus Ke indonesia, 150 Pemuka Agama Akan Hadir September Nanti

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Bina Adwil, Sri Purwaningsih, memaparkan rincian anggaran yang akan dikelola. Pagu anggaran Ditjen Bina Adwil untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp362,03 miliar, yang mencakup berbagai pos belanja strategis kementerian.

Namun, Sri menjelaskan bahwa terdapat pagu efektif sebesar Rp307,53 miliar setelah dikurangi pencadangan untuk program prioritas yang menjadi direktif langsung dari Presiden. Anggaran tersebut akan dioptimalkan untuk mendukung fungsi koordinasi kewilayahan dan penanggulangan bencana.

Meskipun terdapat penyesuaian anggaran, Kemendagri Melalui Ditjen Bina Adwil menyatakan optimisme tinggi dalam mempertahankan kinerja terbaiknya. Hal ini berkaca pada pencapaian luar biasa di tahun 2025, di mana realisasi anggaran mampu mencapai angka 99,45 persen dari total pagu efektif yang tersedia.

Melalui momentum Kick Off Meeting ini, diharapkan percepatan pelaksanaan program dan pengadaan barang/jasa dapat dimulai sejak awal tahun. Langkah cepat ini diambil guna memastikan bahwa seluruh anggaran yang dialokasikan dapat terserap secara maksimal dan tepat sasaran bagi kepentingan publik.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru

Medan

Ruas Jalan Inti Kota Medan Alami Macat Total

Senin, 22 Jun 2026 - 18:50 WIB