KKB Kembali Berulah, Puskesmas Kiwirok Dibakar, Kontak Senjata Pecah

Selasa, 30 September 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap Hitam Mengepul dari Puskesmas Kiwirok yang dibakar KKB di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Senin (29/9/2025). Foto : Ist.

Asap Hitam Mengepul dari Puskesmas Kiwirok yang dibakar KKB di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Senin (29/9/2025). Foto : Ist.

Medan-Mediadelegasi : Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XV Ngalum Kupel kembali melakukan aksi brutal dengan membakar bangunan Puskesmas Kiwirok yang sedang direhabilitasi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pada Senin (29/9/2025). Aksi ini memicu kontak senjata antara KKB dengan aparat Satgas Damai Cartenz yang segera tiba di lokasi kejadian.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, membenarkan terjadinya kontak tembak dan pembakaran puskesmas tersebut. Ia menyatakan bahwa timnya telah merespons cepat dan berhasil memukul mundur kelompok KKB.

“Aksi pembakaran kembali terjadi di Kiwirok. Tim kami langsung merespons dan berhasil memukul mundur KKB. Saat ini, penyisiran masih berlangsung,” ujar Brigjen Pol Faizal Ramadhani.

Kejadian bermula ketika asap hitam pekat terlihat membubung tinggi dari arah puskesmas. Patroli Satgas Damai Cartenz kemudian menemukan delapan anggota KKB bersenjata api di sekitar SMA Negeri Kiwirok, bangunan yang juga sempat menjadi sasaran pembakaran dua hari sebelumnya. Kontak tembak pun tak terhindarkan, memaksa kelompok bersenjata tersebut melarikan diri ke arah Desa Lolim.

BACA JUGA:  Satgas Damai Cartenz Berhasil Tewaskan Komandan Operasi KKB

Selain puskesmas yang sedang dalam tahap rehabilitasi, rumah dinas tenaga kesehatan juga turut menjadi korban amukan KKB. Kerugian materiil diperkirakan cukup besar, mengingat Puskesmas Kiwirok sebelumnya pernah dibakar oleh KKB pada tahun 2021 dan baru saja selesai direhabilitasi oleh pemerintah.

“Puskesmas menjadi target berulang. Aparat kini meningkatkan kewaspadaan penuh untuk melindungi warga,” kata Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga.

Pasca-serangan, seluruh pos TNI-Polri di Distrik Kiwirok ditetapkan dalam status siaga satu. Aparat gabungan juga memperketat pengamanan di wilayah tersebut untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan yang dikhawatirkan akan mengancam keselamatan warga sipil.

Aksi pembakaran dan serangan yang dilakukan oleh KKB ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan masih sangat rentan. Aparat keamanan terus berupaya untuk meningkatkan keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Amunisi Ilegal Mengalir ke KKB, Oknum Polisi Jadi Tersangka

Pemerintah daerah juga mengutuk keras aksi brutal yang dilakukan oleh KKB dan meminta aparat keamanan untuk segera menangkap para pelaku serta menindak mereka sesuai dengan hukum yang berlaku.

Pemerintah daerah juga berjanji akan segera membangun kembali puskesmas yang dibakar agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu.

Kejadian ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB di Papua. Masyarakat berharap agar pemerintah dan aparat keamanan dapat segera mengambil langkah-langkah yang efektif untuk mengatasi masalah KKB dan menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah Papua. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Akan Luncurkan BBM B50, Langkah Strategis Percepat Transisi Energi
Regenerasi Korupsi di Langkat: Syah Afandin Ikuti Jejak Pendahulu, KPK Sebut Masalah Kesadaran Pribadi
KPK Ungkap Asal Uang di Amplop Bupati Kuansing: Hasil Kumpulan Dana dari KUD
KPK Tegas: Menhut Raja Juli Antoni Dianggap Kurang Taat Aturan Terkait Amplop dari Bupati Kuansing
Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Perluas Kesempatan Kerja, Menaker Ajak Perusahaan KEK Mandalika Gunakan MagangHub
OTT KPK Jerat Bupati Langkat: Dugaan Suap dan Gratifikasi Capai Rp4,3 Miliar
OTT KPK di Sumut: Bupati Langkat Syah Afandin Ditangkap, Uang Ratusan Juta Diduga Biaya Proyek
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:36 WIB

Presiden Prabowo Akan Luncurkan BBM B50, Langkah Strategis Percepat Transisi Energi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:47 WIB

Regenerasi Korupsi di Langkat: Syah Afandin Ikuti Jejak Pendahulu, KPK Sebut Masalah Kesadaran Pribadi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:29 WIB

KPK Ungkap Asal Uang di Amplop Bupati Kuansing: Hasil Kumpulan Dana dari KUD

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:35 WIB

KPK Tegas: Menhut Raja Juli Antoni Dianggap Kurang Taat Aturan Terkait Amplop dari Bupati Kuansing

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:43 WIB

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km

Berita Terbaru