Pantura Subang Banjir, Warga Mengungsi di Kolong

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Subang, Warga Mengungsi di Kolong Jembatan Fly Over. Foto: Ist.

Banjir Subang, Warga Mengungsi di Kolong Jembatan Fly Over. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Ratusan warga terdampak banjir di wilayah Pantura Kabupaten Subang, Jawa Barat, terpaksa mengungsi di kolong jembatan layang Pamanukan. Banjir yang tak kunjung surut membuat mereka kehilangan tempat tinggal sementara.

“Sudah berhari-hari banjir belum surut. Jadi harus mengungsi,” ujar Didi, salah seorang warga terdampak banjir di Pamanukan, Subang, Sabtu. Ia bersama keluarga dan tetangganya memilih kolong jembatan karena lokasinya dekat rumah, memudahkan evakuasi barang.

Pantura Subang Banjir, Warga Mengungsi di Kolong Jembatan Layang

Area kolong jembatan menjadi langganan tempat pengungsian warga setiap kali banjir melanda. Lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah dinilai terlalu jauh, menyulitkan warga membawa barang-barang berharga mereka. “Kalau mengungsi di lokasi yang terlalu jauh, susah bawa barang-barang,” keluh Didi.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, hingga Sabtu pagi, banjir di Kecamatan Pamanukan telah merendam 5.679 rumah di delapan desa. Kondisi ini menunjukkan betapa parahnya dampak banjir yang melanda wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Bawaslu Deli Serdang Rekomendasikan Penundaan Pilkada Karena Banjir

Secara keseluruhan, banjir di wilayah Subang telah merendam 7.536 rumah yang tersebar di 51 desa, tujuh kecamatan. Sebanyak 13.541 Kepala Keluarga (KK) atau 36.060 jiwa terdampak banjir tersebut. Banjir ini telah menyebabkan kerugian yang signifikan bagi masyarakat.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/tragedi-mbg-soto-beracun-di-sma-2-kudus-korban-tembus-118-siswa/

Banjir yang telah berlangsung selama sepekan juga dilaporkan telah merendam 27 sarana ibadah, 20 sekolah, dan 2.884 hektare areal persawahan. Hal ini mengganggu aktivitas keagamaan, pendidikan, dan perekonomian warga.

BPBD Subang melaporkan terdapat 276 KK atau 645 jiwa yang mengungsi akibat rumahnya terendam banjir. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah jika banjir tidak segera surut.

Kondisi para pengungsi di kolong jembatan sangat memprihatinkan. Mereka membutuhkan bantuan logistik, air bersih, sanitasi, dan pelayanan kesehatan. Pemerintah dan relawan terus berupaya menyalurkan bantuan kepada para pengungsi.

BACA JUGA:  BNPB: 38 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 NTT, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri

Pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan banjir, seperti mendirikan posko kesehatan, dapur umum, dan menyalurkan bantuan logistik. Namun, upaya ini masih terkendala oleh cuaca buruk dan sulitnya akses ke beberapa lokasi terdampak banjir.

Warga berharap banjir segera surut dan mereka dapat kembali ke rumah masing-masing. Mereka juga berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah mereka. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat
Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat
DPR Resmi Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI Gantikan Hery Susanto
Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar
Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Bawa Flare & Bahan Bom Molotov Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI
Kemnaker: Semangat HUT ke-81 RI Dorong Penguatan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja
BNPB: 38 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 NTT, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:19 WIB

DPR Resmi Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI Gantikan Hery Susanto

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:57 WIB

Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Bawa Flare & Bahan Bom Molotov Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB