Pemerintah AS Shut Down, Gaji PNS dan Tentara Terancam Tertunda

Rabu, 1 Oktober 2025 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah AS shut down sejak Rabu (1/10) berdampak pada operasional pemerintah pusat. Foto : Ist.

Pemerintah AS shut down sejak Rabu (1/10) berdampak pada operasional pemerintah pusat. Foto : Ist.

Medan-Mediadelegasi: Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengalami shut down atau penutupan sebagian operasional sejak Rabu (1/10/2025), akibat kebuntuan dalam penyelesaian anggaran di Kongres. Dampaknya, gaji pegawai negeri sipil (PNS) federal hingga tentara terancam tertunda karena tidak adanya anggaran yang disetujui.

Meskipun demikian, tidak semua abdi negara dirumahkan atau bahkan terancam PHK. Para tentara yang masuk kategori pegawai federal tetap bertugas meski gaji mereka tidak dibayarkan.

“Masyarakat Ohio Timur Laut akan menanggung akibatnya. Personel militer dan pegawai federal tidak akan mendapat gaji. Jaminan Sosial dan (tunjangan) veteran bisa tertunda,” kata anggota DPR AS, Shontel Brown, di media sosial X, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (1/10/2025).

Brown menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman shut down sebelumnya, badan-badan federal harus mengklasifikasikan pegawai yang tidak menerima gaji dengan ‘dikecualikan’ atau ‘tidak dikecualikan’. Pegawai yang ‘dikecualikan’ tetap bekerja tanpa gaji, sementara pegawai yang ‘tidak dikecualikan’ diberikan cuti tanpa gaji.

BACA JUGA:  Pelaku Serangan Acara Trump Targetkan Presiden dan Pejabat AS, Bawa 2 Senjata Api

Anggota DPR AS lainnya, Bob Latta, menegaskan bahwa militer akan terus bertugas tanpa gaji sampai rancangan anggaran disetujui oleh Kongres.

Tahun fiskal 2024 berakhir pada 30 September, namun Kongres belum berhasil menyepakati anggaran untuk tahun mendatang. Kebuntuan ini bermula dari ketegangan yang memanas antara Partai Republik dan Demokrat di Senat.

Partai Republik tidak memiliki cukup suara untuk meloloskan rancangan anggaran yang dibutuhkan. Saat ini, Partai Republik menguasai 53 kursi Senat, sementara suara yang dibutuhkan untuk meloloskan rancangan anggaran adalah 60.

Shut down pemerintah terlama dalam sejarah AS berlangsung selama 35 hari, yaitu dari 22 Desember 2018 hingga 25 Januari 2019. Shut down tersebut terjadi pada masa pemerintahan pertama Donald Trump, dipicu oleh kebuntuan politik terkait anggaran untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko senilai 5,7 miliar dolar.

BACA JUGA:  Maduro Digulingkan, AS Incar Minyak Venezuela

Dampak dari shut down pemerintah AS ini dapat dirasakan oleh berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, pertahanan, hingga ekonomi. Jutaan pegawai federal terancam tidak menerima gaji, sementara berbagai program pemerintah terpaksa dihentikan atau ditunda.

Belum ada tanda-tanda kapan kebuntuan anggaran di Kongres akan berakhir. Jika shut down berlangsung lama, dampaknya akan semakin meluas dan merugikan bagi masyarakat AS.

Pemerintah AS dan Kongres diharapkan dapat segera mencapai kesepakatan anggaran agar shut down dapat diakhiri dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup

Berita Terbaru