Pengembangan AI di Indonesia Harus Berikan Manfaat Langsung bagi Masyarakat

- Penulis

Sabtu, 5 Juli 2025 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) di INDONESIA, Baik Oleh Pemerintah Maupun Swasta, Wajib Memberikan Manfaat Langsung Bagi Masyarakat. (Foto : Ist.)

Pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) di INDONESIA, Baik Oleh Pemerintah Maupun Swasta, Wajib Memberikan Manfaat Langsung Bagi Masyarakat. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, baik oleh pemerintah maupun swasta, wajib memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Meutya saat menerima kunjungan resmi dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Meutya menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga sebagai fondasi pengembangan AI nasional. “Kami sudah berada pada langkah untuk memimpin. Sekarang dengan dukungan Indosat dan pemangku kepentingan lainnya, kami sangat yakin bahwa bersama-sama dapat mengejar dan juga mempersempit kesenjangan dalam pengembangan AI di Indonesia,” ujar Meutya Hafid.

Langkah nyata dari sinergi tersebut terlihat lewat peluncuran Indosat AI Experience Center di Jayapura, Papua, yang menjadi proyek percontohan. Fasilitas ini diharapkan mampu menjangkau daerah-daerah yang selama ini tertinggal dalam akses teknologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberadaan pusat AI tersebut dinilai strategis dalam menyebarluaskan manfaat AI secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Meutya juga memberi apresiasi terhadap platform Sahabat AI, inovasi milik IOH yang dikenal user-friendly.

BACA JUGA:  Kemenkes RI Lakukan Penguatan Sistem Layanan Kesehatan Jemaah Haji

Platform ini memungkinkan seluruh lapisan masyarakat, bahkan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), dapat mengakses teknologi AI dengan mudah. “Tentunya kami mendukung inisiasi sovereign AI factory dengan Sahabat AI dan mendorong agar berkembang lebih jauh dengan mengundang banyak pengguna untuk masuk ke dalam Sahabat AI,” ujar Meutya.

Di sisi lain, penguatan tata kelola dan pelaporan pengembangan AI juga menjadi perhatian. Meutya menegaskan perlunya koordinasi kuat antarinstansi agar seluruh inisiatif AI berjalan dengan tertib dan terukur.

Komitmen ini menandai keseriusan pemerintah dalam membentuk regulasi yang berpihak pada masyarakat luas. Pemerintah juga ingin menjadikan AI sebagai sarana mempercepat transformasi digital Indonesia.

Dengan pendekatan inklusif dan kolaboratif, AI tidak hanya hadir di kota besar, tetapi juga menjadi alat pemberdayaan di desa-desa. Ini adalah bentuk keberpihakan teknologi untuk rakyat.

BACA JUGA:  Pembatasan Penggunaan Platform Digital Bagi Anak-anak

Penegasan Menkomdigi ini menjadi sinyal bahwa era AI tidak boleh eksklusif dan elitis, melainkan inklusif serta berdampak luas. Langkah Indosat dan dukungan lintas sektor menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam merancang masa depan digitalnya dengan arah yang tepat.

Melalui kerja sama ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara yang maju dan berdaya saing tinggi dalam pengembangan AI. Dengan demikian, masyarakat Indonesia dapat menikmati manfaat dari teknologi AI secara merata.

Pengembangan AI di Indonesia harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan demikian, AI dapat menjadi alat yang efektif untuk memajukan Indonesia.

Dalam jangka panjang, pengembangan AI di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi di berbagai sektor. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih maju dan berdaya saing tinggi. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru