Persidangan Militer, Oditur Sebut Eksepsi Terdakwa Mengada-ada

Persidangan Militer
Tiga terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Kacab Bank BUMN. Foto: Ist.

Mayor (Chk) Wasinton Marpaung secara resmi memohon kepada majelis hakim untuk segera melanjutkan persidangan ini ke tahap pembuktian. Ia menegaskan bahwa fakta-fakta hukum yang sebenarnya akan lebih terang benderang ketika para saksi dan barang bukti dihadirkan di persidangan nanti. Penolakan terhadap eksepsi dianggap sebagai langkah krusial agar kasus ini bisa segera mendapatkan kepastian hukum yang berkeadilan bagi keluarga korban.

Dalam persidangan tersebut, tiga terdakwa utama dari anggota TNI turut dihadirkan secara fisik, yakni Serka Mochamad Nasir, Kopda Feri Herianto, dan Serka Frengky Yaru. Ketiganya didakwa terlibat dalam aksi penculikan dan pembunuhan berencana yang menggemparkan publik pada pertengahan tahun lalu. Wajah para terdakwa terlihat datar selama mendengarkan tanggapan dari Oditur Militer terkait nasib eksepsi mereka.

Peristiwa pilu yang menimpa Mohamad Ilham Pradipta bermula dari aksi penculikan paksa yang terekam dengan jelas oleh kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman tersebut, korban terlihat dibawa secara paksa oleh sekelompok orang dari kediamannya sebelum akhirnya hilang tanpa kabar. Penculikan ini memicu penyelidikan besar-besaran yang melibatkan koordinasi antara pihak kepolisian dan institusi militer karena adanya keterlibatan oknum anggota.

Jasad korban akhirnya ditemukan sehari setelah kejadian, tepatnya pada 21 Agustus 2025, di kawasan Kampung Karangsambung, Bekasi. Kondisi jenazah saat ditemukan sangat mengenaskan, dengan posisi tangan dan kaki terikat erat serta mata yang ditutup rapat menggunakan lakban. Penemuan ini menjadi bukti kuat adanya penyiksaan dan perencanaan yang matang di balik kematian tragis pejabat bank BUMN tersebut.

Hingga saat ini, penyidikan Polda Metro Jaya telah mengungkap setidaknya 17 orang yang diduga terlibat dalam konspirasi maut ini, termasuk aktor intelektual berinisial DH. Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan kolaborasi gelap antara warga sipil berlatar belakang pengusaha dan oknum aparat penegak hukum. Kelanjutan persidangan di Pengadilan Militer ini diharapkan mampu membongkar motif sebenarnya di balik aksi keji yang merenggut nyawa Ilham Pradipta. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait