Poltak Sitorus Dinilai Belum Serius Kelola Potensi Pariwisata Toba

Kamis, 2 November 2023 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Semak belukar menutupi sebagian besar area eks objek wisata Pantai Pasifik di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara setelah ditutup sejak sekitar satu tahun lalu. Foto: dok-KMDT

Semak belukar menutupi sebagian besar area eks objek wisata Pantai Pasifik di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara setelah ditutup sejak sekitar satu tahun lalu. Foto: dok-KMDT

Medan-Mediadelegasi: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba, Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Bupati Poltak Sitorus hingga sekitar satu tahun lagi menjelang berakhir masa jabatannya dinilai belum serius mengelola dan menggali potensi pariwisata yang akan memberikan dampak kemajuan ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Bupati Toba Poltak Sitorus terkesan kurang peduli terhadap pembangunan sektor pariwisata secara berkelanjutan di daerahnya ,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung kepada pers di Medan, Kamis (2/11).

Salah satu bukti kurang seriusnya Pemkab Toba mengelola potensi pariwisata, menurut dia, dapat dilihat dari kondisi terkini lokasi wisata Pantai Pasifik di Kecamatan Porsea.

Lokasi wisata yang terletak di bibir Danau Toba tersebut dan selama ini dijadikan sebagai tempat bagi wisatawan domestik untuk mengisi hari libur kini dibiarkan terlantar.

Sejumlah fasilitas pendukung di Pantai Pasifik seperti pondok wisata, warung di seputaran lokasi, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya sudah tak terurus dan dipenuhi semak belukar.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Toba Resmikan Geowisata Pantai Pasifik Porsea

“Sudah hampir satu tahun Pantai Pasifik dalam kondisi terlantar dan pintu di gerbang utama memasuki objek wisata itu juga disegel oleh Pemkab Toba, tanpa ada solusi konkret dan langkah terobosan untuk membenahi lokasi wisata yang kini dalam kondisi terlantar tersebut” ujar putra daerah asal Porsea itu.

Padahal, menurut Edison, pembangunan sektor pariwisata jika dikelola dengan baik justru merupakan salah satu bidang yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal lebih cepat, tak terkecuali di Kabupaten Toba.

Namun sayangnya, kata mantan Ketua DPP KNPI era tahun 2000-an itu, Pemkab Toba di bawah kepemimpinan Poltak Sitorus dinilai belum mampu menjadikan sektor pariwisata benar-benar menjadi skala prioritas, nyata dan maksimal.

Terkait asumsi tersebut, Edison menegaskan bahwa KMDT secara organisatoris berencana melaporkan kinerja Bupati Toba Poltak Sitorus kepada Menteri Dalam Negeri, karena dianggap kurang berkomitmen dalam mendukung program Pemerintah pusat dalam merealisasikan pembangunan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Sumut Canangkan Gerakan Tanam Pohon Bersama untuk Kaldera Toba

Sebelumnya, Bupati Toba Poltak Sitorus menyatakan bahwa Pemkab Toba telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu sektor andalan daerah itu, selain pendidikan dan pertanian.

“Ada tiga sektor andalan Kabupaten Toba agar perekonomian masyarakat meningkat, yaitu pariwisata, pendidikan dan pertanian,” ujarnya, belum lama ini.

Oleh karena itu, Poltak meminta agar semua warga di daerahnya mendukung pembangunan pariwisata, sebab ke depan semua orang akan menikmati hidup dengan berwisata.

“Kalau kita tidak bangun pariwisata, daerah kita akan ketinggalan. Semua manusia nantinya kerjanya jalan-jalan. Dulu opung kita hanya jalani satu kota, kita jalani beberapa kota, anak kita menjalani beberapa negara dan cucu kita akan menjalani seluruh dunia,” katanya saat menghadiri acara HUT ke-140 Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Simaremare Jae di Desa Lumban Bagasan, Kecamatan Laguboti pada 8 Oktober 2023 lalu. D|Red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Inspektorat Kota Medan Bungkus Rapi Temuan BPK
Dinyatakan Mampu Padahal Hidup Pas-pasan, Ibu Nelayan Banding Desil Demi Anak Dapat KIP Kuliah
ISMI Sumut: Sangat Pantas, Ada Jl Ahmad Baqi di Medan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 16:12 WIB

Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031

Sabtu, 5 September 2026 - 14:27 WIB

Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi

Berita Terbaru

Kota Medan

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Sabtu, 19 Sep 2026 - 19:11 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dalam Kasus HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB