Sahroni Bantah Beri Uang ke KPK Gadungan untuk Urus Perkara

Sabtu, 11 April 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni membantah memberi uang Rp300 juta ke Kabiro Penindakan KPK gadungan untuk mengurus perkara. Foto: Ist.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni membantah memberi uang Rp300 juta ke Kabiro Penindakan KPK gadungan untuk mengurus perkara. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, membantah keras tudingan bahwa dirinya memberikan uang sebesar Rp300 juta kepada seorang oknum yang mengaku sebagai Kabiro Penindakan KPK gadungan untuk mengurus perkara hukum. Sahroni menegaskan bahwa tidak ada pernyataan atau tekanan dari oknum tersebut yang memintanya terkait urusan hukum.

Kronologi Penipuan Oknum KPK Gadungan yang Menargetkan Sahroni

Kejadian bermula pada Senin, 6 April 2026, sekitar pukul 10.30 WIB, saat Sahroni sedang memimpin rapat penting di komisi hukum DPR. Di tengah kesibukannya, ia dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai utusan pimpinan KPK dan ingin bertemu.

“Nah itu, staf saya tuh yang nemuin, tuh Askar, menerima yang bersangkutan atas informasi dari Pamdal kalau ada tamu mengatasnamakan pimpinan KPK,” ujar Sahroni menirukan percakapan saat jumpa pers di Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026).

Askar, menerima tamu tersebut yang mengaku sebagai Kabiro Penindakan KPK. Oknum gadungan ini kemudian menyampaikan pesan yang diklaim berasal dari pimpinan KPK.

“Nyampein langsung, ‘Ini permintaan dari pimpinan KPK, jumlah uangnya Rp300 juta.’ ‘Oke, Bu, nanti ya saya lagi mimpin rapat.’ Balik. Dan dia minta nomor telepon saya. Karena minta telepon, saya kasih,” tuturnya.

BACA JUGA:  Terkuak di Persidangan, "Sultan Kemnaker" Bobby Mahendro Akui Miliki Tiga NIK Berbeda

Setelah rapat selesai, oknum KPK gadungan tersebut kembali menghampiri untuk menanyakan kejelasan mengenai uang yang diminta.

“Karena sebelum balik lagi mimpin rapat, dia udah bilang, ‘Pak kalau bisa hari ini atau besok,’ yang dimaksud uang yang diminta. ‘Bu nanti ya, saya dalam keadaan lagi enggak baik,’ gua jawab nih,” jelas Sahroni.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/astronaut-nasa-kembali-ke-bumi-usai-keliling-bulan/

Menyadari ada yang tidak beres, Sahroni segera mengonfirmasi ke pimpinan KPK yang sebenarnya pada sore hari. Pimpinan KPK pun menginformasikan bahwa oknum tersebut adalah penipu.

“Langsung gua bilang, ‘Tangkap nih kalau begini enggak bener,’ gitu. Nah akhirnya dari KPK berkoordinasi dengan Polda Metro, barulah itu ceritanya berproses,” ungkap Sahroni.

Sahroni kemudian meminta kerja sama KPK dan Polda Metro untuk menangkap oknum gadungan tersebut. Proses penangkapan akhirnya dilakukan pada malam tanggal 9 April, menjelang tengah malam.

Untuk memastikan oknum tersebut benar-benar menerima uangnya, Sahroni menginstruksikan stafnya untuk memberikannya sebesar Rp300 juta, yang setara dengan 17.400 dolar AS. Pemberian uang ini dilakukan melalui utusannya agar identitas penerima dapat dipastikan.

BACA JUGA:  Pembelajaran Online Batal Fokus Pendidikan Tatap Muka

“Untuk memastikan, jangan sampai entar uang itu enggak diterima sama yang bersangkutan, nanti bagaimana mau nangkap orang gitu. Akhirnya kasih uang, nilainya dengan ekuivalen 17.400 dolar AS,” jelas Sahroni.

Kendati demikian, Sahroni merasa persepsi publik terhadap dirinya menjadi keliru. Ia menilai banyak yang menganggap pemberian uang tersebut terkait dengan pengurusan perkara, padahal sama sekali tidak ada.

“Nah tapi narasi orang jadi beda nih, seolah-olah gua berperkara, padahal enggak ada. Si Ibu itu tidak ngomongin perkara, sama sekali enggak ada. Pokoknya minta duit aja atas nama pimpinan KPK,” tegas Sahroni.

Sahroni menegaskan bahwa oknum tersebut hanya meminta uang tanpa menyebutkan perkara apa pun. Ia menekankan bahwa permintaan uang itu bersifat memaksa.

“Jadi saya lurusin nih di siang hari ini, tidak ada perkara. Kalau dibilang maksa iya, tapi pemerasan enggak ada, apalagi ngancem, enggak ada itu. Tapi kalau dibilang dia maksa, bener maksa. Karena telepon terus,” pungkasnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemnaker dan Polri Sukses Mediasi PHK PT Amos Indah Indonesia Pesangon Rp12,7 Miliar Cair
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Roy Suryo Sebut Jadi Angin Segar Perkara Ijazah Jokowi
Presiden Prabowo Panggil Para Menteri Rapat Terbatas di Istana Bahas Agenda Strategis
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan PN Jaktim Komitmen Usut Ijazah Jokowi Tak Surut
Bareskrim Polri Tangkap Bandar Besar Narkoba Rokan Hilir Haradongan Simanjuntak
Menaker Yassierli Tegaskan SDM Unggul dan Inovatif Kunci Utama Mewujudkan Indonesia Emas 2045
Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah karena Alasan Kesehatan
Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan Terima Silaturahmi Generasi Muda Pomparan Somba Debata Siahaan, Beri Motivasi untuk Raih Prestasi dan Mengabdi bagi Bangsa.
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:29 WIB

Kemnaker dan Polri Sukses Mediasi PHK PT Amos Indah Indonesia Pesangon Rp12,7 Miliar Cair

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:41 WIB

Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Roy Suryo Sebut Jadi Angin Segar Perkara Ijazah Jokowi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:11 WIB

Presiden Prabowo Panggil Para Menteri Rapat Terbatas di Istana Bahas Agenda Strategis

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:49 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Bandar Besar Narkoba Rokan Hilir Haradongan Simanjuntak

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:09 WIB

Menaker Yassierli Tegaskan SDM Unggul dan Inovatif Kunci Utama Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru