Sampah Pasar Induk Lau Cih Diolah Jadi Kompos

Kamis, 16 September 2021 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: D|Ist

Foto: D|Ist

Sampah yang ada, sebutnya, ditumpuk 4 sampai 7 hari kemudian diolah menjadi pupuk. Memang saat ini masih skala kecil, namun ke depannya Pemko Medan akan mengolah 30 ton sampah dalam watu 1 jam.

“Uji labnya sudah keluar. Alhamdulillah hasilnya bagus dan ini mau coba kita pasarkan, terutama kita pakaikan dulu di lahan-lahan kita seperti di kecamatan yang memiliki ladang. Kita distribusikan dulu secara gratis. Kemarin juga sudah kita bagikan ke kabupaten/kota yang ada di Sumut, agar bisa dijadikan percontohan.

Tujuan utama dari pengolahan ini bukan untuk menghasilkan profit, tetapi untuk menghilangkan sampah yang ada di Kota Medan,” jelas Bobby Nasution.

Kota Medan, sebutnya, menghasilkan 2000 ton sampah per hari. Dan Medan juga pernah pernah mendapat predikat kota terjorok. Ini terkait dengan sistem pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). TPA Medan masih bersistem open dumping, karena itu saat ini Pemko Medan tengah berusaha beralih ke sistem sanitary landfill.

BACA JUGA:  Garda Indonesia Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran di Seluruh Indonesia

“Ada lahan TPA Regional yang menggunakan sistem sanitary landfill ada 50 hektar.TPA Regional ini merupakan kolaborasi Pemko Medan dengan Pemkab Deliserdang, dan Pemprovsu. 

Untuk lahan di masing-masing wilayah sudah di tetapkan sebanyak 16 hektar. Sedangkan untuk TPA yang lama kurang lebih ada sisa hanya 4 hektar lagi. Ketika ini pindah, yang lama tidak kita tinggalkan begitu saja, pengolahan ini akan kita optimalkan untuk mengolah sampah-sampah yang di TPA Terjun. Jadi walaupun kita pindah ke sanitary landfill, yang open dumping tetap kita olah,” ungkapnya.

Dalam perhelatan itu, Bobby Nasution juga meninjau secara langsung tempat pengolahan sampah Pasar Induk Lau Cih. Dia memerhatikan dengan teliti kerja mesin pengolahan sampah. Sesekali Wali Kota juga memberikan arahan kepada Kadis Kebersihan dan Pertamanan yang mendampinginya dalam peninjauan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru