Sidang Korupsi Inalum Medan: Ahli Hukum USU Sebut Perubahan Kontrak Kasus Rp141 Miliar Murni Dinamika Bisnis

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli Hukum Persaingan Usaha sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum USU, Prof. Ningrum Natasya Sirait, saat memberikan keterangan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (27/7/2026). Foto: Ist.

Ahli Hukum Persaingan Usaha sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum USU, Prof. Ningrum Natasya Sirait, saat memberikan keterangan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (27/7/2026). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Sidang dugaan korupsi penjualan aluminium PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kepada PT Prima Alloy Steel Universal (PASU) senilai Rp141 miliar kembali digulirkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan pada Senin (27/7/2026).

Agenda persidangan yang berlangsung hingga sore hari tersebut menghadirkan Ahli Hukum Persaingan Usaha sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Ningrum Natasya Sirait, yang dihadirkan oleh tim penasihat hukum para terdakwa.

Empat terdakwa dalam kasus transaksi tahun 2019 ini meliputi eks Direktur Pelaksana PT Inalum Oggy Achmad Kosasih, Dirut PT PASU Djoko Sutrisno, eks Kepala Departemen Sales dan Marketing PT Inalum Joko Susilo, serta SEVP Pengembangan Usaha PT Inalum Dante Sinaga.

Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin As’ad Rahim Lubis, Prof. Ningrum menegaskan bahwa penyesuaian klausul pembayaran dalam ikatan bisnis merupakan tindakan wajar selama didasari kesepakatan bersama dan pertimbangan rasional.

BACA JUGA:  Pertaruhkan Nyawa Demi Sekolah, Siswi di Nias Selatan Nekat Menerjang Jembatan Rusak

Latar belakang perubahan kesepakatan ini bermula saat PT PASU mengalami kendala pasokan gas pada 2019, sehingga urung menyerap 4.400 metrik ton aluminium milik perusahaan BUMN tersebut.

Demi menjaga keberlanjutan pengambilan barang, PT PASU mengajukan perubahan skema pembayaran melalui Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) guna menyesuaikan tuntutan pasar ekspor.

Usulan skema baru tersebut lantas dibahas secara resmi dalam Rapat Komite Operatif PT Inalum pada Oktober 2019 dan disahkan melalui keputusan direksi pada 12 Desember 2019.

Prof. Ningrum menjelaskan bahwa asas kebebasan berkontrak (freedom of contract) berlaku penuh dalam skenario ini, sehingga revisi perjanjian tidak otomatis tergolong sebagai perbuatan melawan hukum.

Ia menekankan pentingnya memahami alasan pemicu (trigger reason) di balik keputusan bisnis, seperti gangguan pasokan maupun gejolak pasar eksternal, untuk menghindari kekeliruan dalam proses penegakan hukum.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Ingatkan Pentingnya Sinkronisasi Rencana Pemerintah dan Aspirasi Warga

Lebih lanjut, status Inalum sebagai BUMN tidak menghapus posisinya sebagai badan hukum perseroan terbatas yang beroperasi mencari keuntungan serta wajib mengelola risiko kerugian secara mandiri.

Ia juga meluruskan pandangan publik dengan menegaskan perbedaan mendasar antara kerugian perseroan, kerugian keuangan negara, dan kerugian perekonomian negara yang memiliki konsekuensi hukum berbeda.

Menanggapi kesaksian ahli, penasihat hukum Dante Sinaga, Kasmin Hutauruk, menyatakan bahwa kendala pembayaran baru muncul pada 2021 akibat dampak pandemi, sehingga merujuk hasil audit BPK hal itu murni kerugian korporasi dan bukan pidana korupsi. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemutihan Pajak Kendaraan Sumut Mulai Berjalan, Samsat Dipadati Warga Hingga 30 November 2026
Bobby Nasution Cari Jalur Luar APBD Bangun Infrastruktur Nelayan Nias Selatan, Libatkan Swasta & Bank
Toyota Land Cruiser 300 Muncul di Anggaran Dinkes Sumut Rp2,7 Miliar, LIPPSU Desak Aparat Turun Tangan
Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Digelar Nopember 2026, Bebas Denda dan Pajak Progresif
Pemprov Sumut dan Jabar Resmi Gandeng Tangan, Dorong Transformasi Digital dan Reformasi Birokrasi
Proyek Turap Nias Dipercepat: Bobby Nasution Targetkan Selesai Sebelum Nataru
Wagub Surya Dukung Revisi Perda Narkoba Sumut, Larang ASN Vape & Antisipasi Narkoba Jenis Baru
Bobby Nasution Pastikan Pasokan BBM Nias Aman Jelang Nataru, Atasi Pembatasan Tonase Jalan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:57 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Sumut Mulai Berjalan, Samsat Dipadati Warga Hingga 30 November 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Bobby Nasution Cari Jalur Luar APBD Bangun Infrastruktur Nelayan Nias Selatan, Libatkan Swasta & Bank

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Toyota Land Cruiser 300 Muncul di Anggaran Dinkes Sumut Rp2,7 Miliar, LIPPSU Desak Aparat Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Digelar Nopember 2026, Bebas Denda dan Pajak Progresif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Pemprov Sumut dan Jabar Resmi Gandeng Tangan, Dorong Transformasi Digital dan Reformasi Birokrasi

Berita Terbaru

Pengurus BWI Perwakilan Deli Serdang  Periode 2026-2029 usai dilantik Bupati Deli Serdang, Senin (2/11). Foto: dok-bwi-ds

Kabupaten Deli Serdang

BWI Deli Serdang Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:26 WIB