Sumut Perketat Keluar Masuk Hewan Ternak Cegah PMK

- Penulis

Kamis, 9 Juni 2022 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baskami Ginting. Foto: D|Ist

Baskami Ginting. Foto: D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting mendorong Pemprov Sumut melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan juga institusi terkait memperketat alur keluar masuk hewan ternak dari luar Sumut.

Juga dari daerah yang diduga terdapat kasus wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan yang berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan lainnya.

Hal tersebut disampaikan Baskami tatkala menerima kunjungan Lembaga Peternak dan Pemerhati Peternak Indonesia (LP3I) di ruang kerjanya, Kamis (9/6).

“Itu dilakukan agar adanya pengawasan yang lebih fokus di lapangan agar wabah ini tidak meluas mengingat potensi besar peternakan kita di Sumut,” jelasnya.

Baskami juga meminta, kepada seluruh masyarakat turut melakukan pengawasan dan melaporkan apabila di daerahnya ada gejala PMK kepada pihak terkait.

“Pengawasan itu nantinya dilakukan pada peternakan skala besar, peternak tradisional, rumah potong hewan juga pasar tradisional,” imbuhnya.

Dikatakannya, sudah saatnya pemprov memberikan rasa aman kepada para peternak dan konsumen daging di pasar.

“Kita harus jeli dalam hal ini. Menjelang Idul Adha ini, maka harus ditelaah benar-benar, hewan yang sehat untuk dikurban,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara Baskami Ginting meninggal dunia

Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta pemprovsu melakukan penyuluhan, pendampingan sekaligus berkolaborasi dengan para ahli peternakan.

“Sambil menunggu upaya pengembangan vaksin dan obat, maka perlu dilibatkan para ahli maupun pemerhati agar bisa menyampaikan ke masyarakat, terkait hal-hal yang harus diwaspadai dari wabah ini,” jelasnya.

Sementara itu, Pakar LP3I Dokter Hewan, Agustia mengatakan, selain kontak langsung virus PMK dapat ditularkan melalui udara, angin.

Menurutnya,  gejala PMK ditandai dengan hewan yang tidak mau makan, kaki pincang, tidak mampu berdiri, produksi susu turun drastis dan bobot menurun.  Juga keluarnya air liur secara berlebihan dari hewan.

Dikatakannya, virus tersebut tak mempengaruhi daging, apabila telah dimasak secara sempurna.

Agus mengimbau untuk menghindari beberapa bagian daging sapi seperti, mulut, lidah jeroan dan kaki yang merupakan organ yang dapat terpapar langsung oleh PMK.

Ia menjelaskan upaya preventif pemerintah dapat meminimalisir kemungkinan merebaknya virus PMK tersebut.

“Saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Ketua DPRD Sumut, kita harus melakukan pemetaan, di titik mana saja wabah ini sudah mulai masuk dan perketat jalur keluar masuk hewan ternak di Sumut,” tambahnya.

BACA JUGA:  Baskami Ajak Jasa Raharja Tekan Angka Lakalantas di Sumut

Agus menjelaskan, pihaknya banyak menerima laporan dari para peternak yang merugi akibat adanya wabah ini.

“Banyak peternak kita yang merugi, karena hewannya telah terjangkit dan tidak bisa dijual,” jelasnya.

Di lain pihak, seorang peternak, Dulmadjid mengatakan, saat ini ia bersama rekan-rekannya yang lain, melakukan upaya pencegahan dini menggunakan sisa-sisa disinfektan.

“Karena belum adanya vaksin dan obat, maka kami memakai sisa disinfektan yang digunakan saat pandemi, untuk menyemprot kandang-kandang ternak,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Dulmadji, upaya tersebut tidak dapat menjamin, sterilnya hewan ternak dari virus PMK tersebut.

Ia berharap ada upaya konkrit dari pemerintah dan kepastian kepada para peternak tradisional.

“Kami yang memiliki jumlah hewan dalam skala kecil sangat berdampak dengan adanya virus ini, maka kami melalui Bapak Ketua Dewan meminta kepada pemerintah agar memberi kepastian dan menemukan solusi,” pungkasnya. D|Rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut
​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan
Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah
Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 13:15 WIB

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:31 WIB

​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Berita Terbaru