Jakarta-Mediadelegasi : Oxycodone ditemukan dalam paket bantuan Amerika Serikat (AS) untuk warga Gaza, dan temuan ini telah menggemparkan media sosial. Banyak netizen mengecam keras tindakan AS yang menyisipkan obat-obatan terlarang dalam paket bantuan untuk warga Gaza tersebut.
Oxycodone adalah obat pereda nyeri yang kuat, yang umumnya digunakan untuk meredakan nyeri yang cukup parah hingga memerlukan pengobatan opioid atau ketika obat pereda nyeri lain tidak bekerja dengan cukup baik atau tidak dapat ditoleransi.
Namun, Oxycodone dapat menyebabkan ketergantungan mental maupun fisik jika digunakan tidak semestinya. Selain itu, obat ini juga dapat menyebabkan reaksi alergi serius yang disebut anafilaksis yang dapat mengancam nyawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi Oxycodone adalah:
– Sesak di dada
– Panas dingin
– Keringat dingin
– Kebingungan
– Sulit atau sesak napas
– Pusing, pingsan, atau pening saat bangun tiba-tiba dari posisi berbaring atau duduk
– Demam
– Berkeringat
– Kembung atau pembengkakan pada wajah, lengan, tangan, tungkai bawah, atau kaki
– Darah dalam urin
– Sensasi terbakar saat buang air kecil
Jika tidak ditangani dengan benar, Oxycodone dapat memicu reaksi serius seperti sindrom serotonin, yang dapat menyebabkan gejala seperti halusinasi, kejang otot, hingga perasaan cemas dan gelisah.
Temuan Oxycodone dalam bantuan AS untuk warga Gaza telah menimbulkan kritik keras dari banyak pihak. Kantor berita Gaza bahkan mengungkapkan bahwa ada kemungkinan pil-pil ini sengaja digiling atau dilarutkan dalam tepung, yang dapat memicu masalah serius bagi kesehatan warga Gaza.
Oxycodone adalah obat pereda nyeri yang kuat, namun dapat menyebabkan ketergantungan dan reaksi serius jika digunakan tidak semestinya. Temuan Oxycodone dalam bantuan AS untuk warga Gaza telah menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan dan kesehatan warga Gaza. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS












