Tragedi Berdarah di Bandara Karel Sadsuitubun: Nus Kei Tewas Ditikam Akibat Dendam Masa Lalu

Senin, 20 April 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penikaman terhadap Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei memicu kepanikan di Bandara Karel Sadsuitubun. Foto: Ist.

Penikaman terhadap Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei memicu kepanikan di Bandara Karel Sadsuitubun. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Dunia politik dan kemasyarakatan di Maluku Tenggara dikejutkan oleh peristiwa tragis yang merenggut nyawa Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, atau yang lebih dikenal dengan nama Nus Kei. Sosok yang sempat menjadi perhatian nasional beberapa tahun silam ini mengembuskan napas terakhirnya setelah menjadi korban penikaman brutal di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Maluku Tenggara.

Insiden mematikan tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT. Kejadian berlangsung sangat cepat sesaat setelah Nus Kei baru saja mendarat dan melangkah keluar dari terminal kedatangan usai menempuh perjalanan udara dari Jakarta. Suasana bandara yang semula tenang mendadak berubah menjadi mencekam ketika serangan mendadak itu terjadi di depan khalayak umum.

Tak butuh waktu lama bagi aparat kepolisian untuk bergerak. Polisi berhasil mengamankan dua pria yang diduga kuat sebagai pelaku utama, yakni HR (28) dan FU (36). Penangkapan ini mengonfirmasi bahwa penyerangan tersebut telah direncanakan dengan matang, di mana para pelaku tampaknya sudah memantau pergerakan korban sejak tiba dari ibu kota.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, dalam keterangan resminya pada Senin (20/4/2026), mengungkapkan bahwa motif di balik aksi nekat kedua pelaku adalah balas dendam yang mendalam. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku mengakui bahwa mereka memiliki sentimen pribadi yang sangat kuat terhadap Nus Kei terkait peristiwa berdarah di masa lalu.

BACA JUGA:  Dua Mantan Personel Polda Sumut jadi Tersangka Pemerasan DAK SMKN

Dendam tersebut berakar dari sebuah tragedi di Bekasi pada tahun 2020 silam. HR dan FU menuding bahwa Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara mereka yang bernama Fenansius Wadanubun alias Dani Holat. Peristiwa pembunuhan Dani Holat sendiri terjadi di samping Apartemen Kalimalang, Bekasi, yang kala itu sempat memicu ketegangan antarkelompok di Jakarta.

“Kedua pelaku menyimpan dendam karena korban Nus Kei dianggap sebagai aktor intelektual di balik kematian saudara mereka di Bekasi enam tahun lalu. Hal inilah yang memicu mereka untuk melakukan aksi balasan saat korban kembali ke Maluku Tenggara,” jelas Kombes Rositah Umasugi kepada wartawan.

Kombes Rositah juga menambahkan detail mengenai penanganan korban sesaat setelah kejadian. Setelah ditikam, Nus Kei yang bersimbah darah segera dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Tim medis di rumah sakit tersebut sempat berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan darurat guna menyelamatkan nyawanya.

Namun, takdir berkata lain. Luka tusukan yang dialami korban dilaporkan sangat parah dan mengenai organ vital, sehingga upaya medis tidak membuahkan hasil. Pihak rumah sakit akhirnya menyatakan bahwa Agrapinus Rumatora telah meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan simpatisan Partai Golkar di Maluku Tenggara.

Kabar mengenai latar belakang salah satu pelaku juga sempat mencuri perhatian publik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu dari penikam tersebut disinyalir memiliki latar belakang sebagai atlet bela diri campuran (MMA). Hal ini menjelaskan mengapa serangan tersebut dilakukan dengan sangat efektif dan mematikan dalam waktu yang relatif singkat.

BACA JUGA:  Kejari Banjar Tetapkan Istri dan Kakak Kandung Sebagai Terdakwa Pembunuhan Berencana, Terancam Hukuman Mati

Kepolisian kini tengah mendalami apakah ada aktor lain yang terlibat dalam memfasilitasi pelarian atau penyediaan senjata tajam bagi kedua pelaku. Polisi juga memperketat pengamanan di sekitar lokasi kejadian dan rumah duka untuk mencegah terjadinya aksi balasan susulan dari kelompok pendukung korban, mengingat pengaruh Nus Kei yang cukup besar.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagaimana konflik masa lalu yang tidak terselesaikan secara tuntas dapat terus bergulir dan memicu kekerasan baru di kemudian hari. Perselisihan yang bermula di tanah perantauan di Bekasi, akhirnya mencapai titik klimaks yang tragis di kampung halaman, mengakhiri hidup seorang tokoh politik daerah secara mengenaskan.

Saat ini, HR dan FU telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam dijerat dengan pasal pembunuhan berencana. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta mempercayakan seluruh proses hukum kepada aparat penegak hukum guna menghindari eskalasi konflik yang lebih luas. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi
OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan
Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor
Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat
KPK Dalami Aliran Dana Suap Rp1,5 Miliar Summarecon, Bisa Jerat Korporasi
Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka KPK, Kini Berstatus Residivis Hukuman Bisa Diperberat
Koper Berisi Rp106 Miliar di Rumah Arif Sugiyanto Diduga Milik Menteri Nusron Wahid
Fahd dan Fadia Arafiq, Kakak Beradik Anak Penyanyi Legendaris yang Sama-sama Terjerat Kasus Korupsi
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:44 WIB

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:26 WIB

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 September 2026 - 14:34 WIB

Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor

Rabu, 16 September 2026 - 12:07 WIB

Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat

Rabu, 16 September 2026 - 10:38 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka KPK, Kini Berstatus Residivis Hukuman Bisa Diperberat

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Ist.

Nasional

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:44 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Foto: Ist.

Nasional

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:26 WIB