Ulos Potensial jadi Media Promosi Pariwisata Danau Toba

Selasa, 15 Agustus 2023 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung (ketiga kanan) bersama beberapa pengurus KMDT Sumut mengikuti acara Dialog Interaktif HorasMedan yang digelar Mediadelegasi dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulos 2023, di Medan, Senin (14/8).  Foto: NC

Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung (ketiga kanan) bersama beberapa pengurus KMDT Sumut mengikuti acara Dialog Interaktif HorasMedan yang digelar Mediadelegasi dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulos 2023, di Medan, Senin (14/8). Foto: NC

Medan-Mediadelegasi: Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) menyatakan optimis produk tenunan ulos dengan beragam motif dan warna khas yang dihasilkan para perajin di kawasan Danau Toba bisa menjadi media promosi potensial karena dinilai mampu memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mengunjungi salah satu destinasi super prioritas di Indonesia itu.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KMDT Edison Manurung saat bersama beberapa pengurus KMDT Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi narasumber dalam acara Dialog Interaktif HorasMedan yang digelar Mediadelegasi dalam rangka menyongsong peringatan Hari Ulos tahun 2023, di Medan, Senin (14/8).

“Beragam produk tenunan ulos berpotensi besar dalam mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba dan sekitarnya,” ujar Edison.

Sebab, lanjutnya, ulos terkait erat dengan banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, kebudayaan, lokal, alam dan sejarah, sehingga ulos tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga harus dikembangkan bersama agar nilai ekonominya juga meningkat.

Disebutkannya, ulos sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Suku Batak sejak dulu kala, termasuk di kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Dari mulai kelahiran hingga kematian tidak akan luput dari kehadiran kain ulos.

Edison menilai kalangan perajin ulus masih perlu didukung dengan program pendampingan dan pembiayaan agar para penenun bisa lebih mandiri dan memiliki daya tawar terhadap para tengkulak dan usaha jasa penyedia kredit non-bank yang selama ini kerap membuat para penenun terjerat dengan suku bunga pinjaman yang sangat tinggi.

BACA JUGA:  Kepala Sekolah Dukung KMDT Bersih-bersih Jelang Aquabike 2023

“Masih banyak penenun ulos di kawasan Danau Toba bergantung pada penyuplai dana dengan tawaran bunga sangat tinggi, sehingga menyebabkan usaha mereka tidak bisa bertumbuh,” ujarnya.

Dari sisi pemasaran, menurut dia, ketergantungan para perajin ulos terhadap tengkulak akhirnya membuat posisi tawar produk yang dihasilkan para penenun menjadi rendah.

Terkait hal itu, kata dia, KMDT berkomitmen untuk ikut berkontribusi membukakan pasar yang lebih luas bagi perajin ulos, termasuk menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah terkait dan lembaga perbankan dalam upaya menyediakan permodalan untuk pengembangan usaha kerajinan ulos.

Khusus dalam upaya memberikan pendampingan untuk peningkatan produksi, pihak KMDT terlebih dahulu akan melakukan pendataan terhadap sentra-sentra kerajinan ulos yang tersebar di tujuh kabupaten se kawasan Danau Toba.

Dikatakan Edison, kegiatan pendataan terhadap para perajin yang tersebar di kampung-kampung ulos juga turut menjadi salah satu topik yang dibahas pengurus KMDT saat melakukan pertemuan silaturahmi dengan Kapolda Sumut Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi di Medan, baru-baru ini.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa KMDT termasuk salah satu organisasi masyarakat yang turut berperan aktif mendorong agar ulos dapat diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi atau Masterpieces of The Oral and Intagible Heritage of the Humanity.

Sementara itu, Ketua DPW KMDT Sumut Prof. Dr Binari Manurung mengemukakan bahwa untuk memaksimalkan produk kerajinan ulos mutlak diperlukan program pembinaan secara berkesinambungan dan pembiayaan dari instansi pemerintah terkait maupun lembaga-lembaga non-pemerintah.

BACA JUGA:  Karnaval Sejuta Warna Ulos Berlangsung Meriah

“Dengan demikian, produk kerajinan ulos bisa menjadi andalan mata pencaharian masyarakat setempat sekaligus menjadi bagian dari pengembangan industri kreatif dan media promosi bagi pariwisata Danau Toba. Maka dari itu, potensi tersebut tidak hanya perlu dilestarikan saja, tapi juga dikembangkan,” ujarnya.

Ditambahkannya, bertenun ulos tidak hanya sebagai tuntutan budaya, namun juga ekonomi.

Di kawasan Danau Toba, sebut akademisi ini, para penenun ulos ada yang bekerja secara berkelompok dan ada juga bekerja secara individu.

Dalam dialog interaktif yang dipandu wartawan Mediadelegasi Robin Turnip tersebut, Wakil Ketua bidang SDM dan UKM KMDT Sumut, Erika Panjaitan mengemukakan, tenunan ulos yang menjadi kain khas masyarakat Batak perlu terus diupayakan pelestarian, promosi dan pemasarannya termasuk menjadikannya sebagai bagian dari produk fesyen yang penuh dengan beragam motif dan warna.

“Upaya promosi dan pemasaran ulos memerlukan sinergi sejumlah pihak. Bukan hanya pemerintah dan perajin ulos, tetapi para selebiriti di Indonesia diharapkan dalam berbagai acara juga dapat ikut mengenakan busana berbahan dasar kain ulos,” ucapnya.

Erika menyebutkan, dalam rangka memperingati Hari Ulos Nasional pada 7 Oktober 2023, pihak KMDT bekerja sama dengan Koperasi Pemasaran Argado Bona Ni Pinasa akan menggelar acara di salah satu lokasi wisata di kawasan Danau Toba. D|Red

3 tanggapan untuk “Ulos Potensial jadi Media Promosi Pariwisata Danau Toba”

  1. Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Wali Kota Medan Rico Waas Tutup Mulut soal Fee 15% di Dinas Perkim, Praktisi Hukum Desak KPK Turun Tangan
Mahasiswa JMI Unjuk Rasa di Medan, Desak Usut Dugaan Monopoli Proyek & Fee 18–25 Persen di Dinas Perkim
JPU Kejari Belawan Ajukan Banding, Pasal Putusan Korupsi Pengadaan Kapal Tak Sesuai Tuntutan
Maruli Siahaan Ajak Warga Medan Jadikan Nilai HAM sebagai Budaya Sehari-hari
Target Besar, Pengadaan Miliaran: Tata Kelola Parkir Medan Diuji Transparansi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Wali Kota Medan Rico Waas Tutup Mulut soal Fee 15% di Dinas Perkim, Praktisi Hukum Desak KPK Turun Tangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Mahasiswa JMI Unjuk Rasa di Medan, Desak Usut Dugaan Monopoli Proyek & Fee 18–25 Persen di Dinas Perkim

Berita Terbaru